PUPR Provinsi Gorontalo
Proyek Kanal Tanggidaa Terhenti Sementara, Kadis PUPR Provinsi Gorontalo Jelaskan Alasannya
Kanal Tanggidaa dibangun menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan anggaran Rp 33 miliar.
Penulis: Risman Taharudin |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2832023_Kanal-Tanggidaa_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pengerjaan Kanal Tanggidaa saat ini sementara terhenti. Terpantau belum ada aktivitas di lokasi proyek.
Bukan tanpa alasan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Provinsi Gorontalo, Aries Ardianto menjelaskan alasannya.
Kata dia, proyek Kanal Tanggidaa memang terhenti karena beberapa hal. Satu di antaranya adanya perombakan struktur organisasi PUPR -PKP Provinsi Gorontalo.
Ia sendiri baru beberapa minggu ini menjabat dan harus meninjau dan melihat kembali proyek tersebut.
"Saya berharap masyarakat bisa tenang dan sedikit bersabar. Setelah segalanya selesai, maka pengerjaan akan dilanjutkan dan segera diselesaikan," tuturnya kepada TribunGorontalo.com, Selasa (28/3/2023).
Baca juga: Pemprov Kucurkan Bantuan Senilai Rp 1,7 Miliar untuk Petani Kabupaten Gorontalo
Menurutnya, perombakan di struktur organisasi tersebut memang sangat mempengaruhi pengerjaan proyek.
"Perombakan struktur tentu berpengaruh pada pelaksanaan program kegiatan, " jelasnya.
Kanal Tanggidaa dibangun menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan anggaran Rp 33 miliar.
Proyek pembangunan kanal banjir Tanggidaa sepanjang 2,4 kilometer dikerjakan dengan dua metode.
Sepanjang 1,7 kilometer dari titik nol di depan Toko Sentra Media dibangun sistem saluran aramco dengan diameter tiga meter, dan sisanya sepanjang 700 meter saluran terbuka.
Baca juga: Fakta Baru Kasus Kematian Briptu RF Diungkap Dirkrimsus Polda Gorontalo
Hamka Hendra Noer Penjabat Gubernur Gorontalo meresmikan pengerjaan kanal banjir Tanggidaa di Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Rabu (18/5/2022).
Kanal yang melewati tiga kelurahan itu diharapkan menjadi solusi banjir di lima titik di wilayah kota.
Peresmian itu menjadi kegiatan perdana penjagub Hamka usai serah terima jabatan sehari sebelumnya. Pada prosesi peresmian itu, penjagub memecahkan kendi di alat berat ekskavator. (*)