Pilkada Gorontalo

Pilkada Gorontalo: Inilah Mimpi Idah Syaidah yang Belum Tercapai

Idah Syaidah (58) merupakan politikus dari fraksi Golkar dan sekarang menjabat sebagai anggota DPR RI komisi VIII yang mengurus tentang perempuan,

Penulis: Redaksi | Editor: Dinie S Awwali
TribunGorontalo.com
Mimpi Idah Syahidah 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Inilah mimpi Idah Syaidah yang belum tercapai, Jumat (24/3/2023).

Idah Syaidah (58) merupakan politikus dari fraksi Golkar dan sekarang menjabat sebagai anggota DPR RI komisi VIII yang mengurus tentang perempuan, anak, sosial, dan keagamaan.

Berdasarkan wawancara ekslusif dengan Ibu Idah Syaidah Rusli Habibie, ternyata masih ada beberapa mimpi yang belum tercapai oleh Ibu Idah ini, khususnya menyejahterakan masyarakat Provinsi Gorontalo.

"Banyak sih mimpi yang belum tercapai, saya ingin keluarga harmonis lewat pemberdayaan perempuannya, apalagi sekarang banyak program dari pemerintah provinsi, kabupten dan kota dalam meningkatkan perempuan untuk berkarya," ujar Idah Syaidah

Politikus golkar ini juga mengatakan mimpinya yang belum tercapai salah satunya berkaitan dengan nasib anak-anak di Gorontalo. 

"Saya ingin anak-anak di Gorontalo itu bisa sekolah semua, karena kita lihat banyak anak-anak Gorontalo yang tidak sekolah. Contohnya dipinggiran Kota, kalau saya kunjungan banyak sekali mereka yang tidak sekolah," jelas Idah Syaidah

Selain itu, Idah Syahidah juga menyebut solusi yang ia buat untuk mewadahi mereka yang tidak sekolah, namun ingin menyelesaikan pendidikannya.

"Akhirnya setiap tahun saya membuka kesempatan bagi anak-anak tersebut sekolah paket A, B, dan C. Alhamdulillah sudah terwujud. Yang tadinya tidak ada kesempatan untuk mencalonkan diri menjadi Kepala Desa, maka sekarang jadi Kepala Desa karena paket C ini." jelas Idah.

Ibu anak 4 ini juga menyampaikan mimpinya yang belum tercapai mengenai perempuan di Gorontalo.

"Kemudian yang kedua, adalah saya ingin perempuan-perempuan Gorontalo yang berusia remaja tidak menjalani pernikahan dini, apalagi angka pernikahan dini di Provinsi Gorontalo cukup tinggi."

Ibu anak 4 ini juga mengatakan, alasan mengapa di Gorontalo angka pernikahan dini cukup tinggi.

"Karena keadaan keluarga, keadaan ekonomi keluarga. Dengan anaknya dinikahkan otomatis tanggungan orang tua berkurang, padahal menikahkan anak di usia dini itu bisa menyebabkan beberapa macam konflik. Salah satunya stunting," ujar ibu Idah.

"Inilah mimpi-mimpi yang ingin wujudkan. Saya pengen ngumpulin anak-anak dan lansia ini terlindungi dan tidak terlantar, kesejahteraan mereka terjamin. Apalagi kami sedang membuat UU tentang lansia. Saya pengen lansia terlantar yang ada di Gorontalo itu terawat dengan baik," Tutup ibu Idah.

Idah Syaidah adalah orang senang melakukan hal-hal yang bisa membantu orang lain. Terbukti dengan beberapa mimpi yang dia ingin wujudkan semata untuk kesejahteraan masyarakat Gorontalo, khususnya bagi perempuan dan lansia. (prailla libriana)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved