Proyek Jalan Nani Wartabone Terhenti, Mahasiswa Gorontalo Bakar Ban  Lagi

Kendati, proyek jalan Nani Wartabone menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan panjang 1 kilometer (km). 

Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto |
TribunGorontalo.com
Unjuk rasa meminta Pemkot Gorontalo selesaikan proyek PEN Jalan Nani Wartabone, Senin (20/3/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Mahasiswa kembali bereaksi, menuntut proyek peningkatan mutu Jalan Nani Wartabone Kota Gorontalo segera dilanjutkan.

Saat ini, proyek jalan Nani Wartabone memang tengah terhenti. Kontraktor yang sebelumnya menangani, ‘ditendang’ penyelenggara. 

Kendati, proyek jalan Nani Wartabone menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan panjang 1 kilometer (km). 

Ban kembali dibakar oleh Aliansi Barisan Rakyat bersama Rakyat di depan kantor Wali Kota Gorontalo, Senin sore (20/3/2023) kemarin. 

Ini merupakan gabungan dua kelompok mahasiswa, antara Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). 

Tercatat, ini adalah aksi ke-5 mahasiswa menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) segera menyelesaikan proyek peningkatan mutu Jalan Nani Wartabone.

Kontraktor asal Jakarta, PT Cahaya Mitra Nusantara tercatat sebagai pemenang tender proyek Peningkatan Jalan Nani Wartabone di Kota Gorontalo. 

Perusahaan itu berkantor di Gedung Sinar Kasih Lantai 4 Jalan Dewi Sartika, nomor 136 D Cawang, Jakarta Timur, DKI Jakarta. 

Namun, dikutip dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Gorontalo, pemenang berkontrak adalah PT Mahardika Permata Mandiri, perusahaan yang berkantor di Jalan Medan Banda Aceh. Harga penawaran yang diajukan Rp 23,9 miliar. 

Proyek bernama Peningkatan Jalan Nani Wartabone tercatat dengan nomor tender 1137685 di LPSE. 

Tender dibuat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang pada 30 Agustus 2021. 

Nilai pagu paket anggaran tercatat Rp 25 miliar, lalu nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat di angka Rp 24,9 atau selisih Rp 94,3 juta. 

Ada 74 perusahaan yang tercatat mengikuti tender proyek menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tersebut. 

Sebelumnya tender proyek ini sempat gagal sebanyak dua kali. Tender pertama dibuka pada 29 Juni 2021 dan tender kedua dibuka 13 Juli 2021.

Tender pertama gagal karena setelah masa aanwijzing berakhir, terdapat hal-hal atau ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved