Kebakaran di Pantungo
Kerugian Materil yang Dialami Korban Kebakaran Telaga Biru-Gorontalo Ditaksir Rp 100-an Juta
Sebab, korban kebakaran di Telaga Biru, Arman Abdul, mengaku sama sekali tidak sempat menyelamatkan satupun barang berharganya.
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kebakaran-di-Telaga-Biru-hanguskan-satu-rumah-berserta-perabotan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kerugian yang dialami korban kebakaran di Desa Pantungo, Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo ditaksir mencapai Rp 100 juta.
Sebab, korban kebakaran di Telaga Biru, Arman Abdul, mengaku sama sekali tidak sempat menyelamatkan satupun barang berharganya.
“Anak anak dalam posisi tidur, saya langsung ke dalam (rumah) selamatkan anak anak, makanya tidak sempat selamatkan barang barang lain,” ujar Arman, Jumat (17/3/2023).
Ia mengaku panik saat melihat api yang mulai menyambar rumahnya. Bahan rumah yang terbuat dari kayu, membuat api mudah membesar.
“Panik juga tiba tiba api jadi besar, makanya pakaian lain tidak sempat ambil, kalau kerugian kira kira kurang lebih sekitar Rp 100-an juta,” taksir Arman.
Baca juga: Kronologi Kebakaran Rumah di Telaga Biru-Gorontalo, Api Menjalar dari Belakang rumah
Beruntung ternak sapi yang dipelihara oleh Arman berhasil diselamatkan dari kobaran api.
“Sapi itu langsung saya lepas, pas saya masih coba padamkan api tiba tiba membesar, terpaksa saya lepas, baru saya lari selamatkan anak anak,” katanya.
Menurut warga sekitar, rumah yang mengalami kebakaran di Telaga Biru itu milik peternak sapi. Di belakang rumah ada jerami kering.
Diduga, jerami kering yang mudah terbakar, memantik api membesar, hingga menjalar ke rumah yang dihuni satu kepala keluarga (KK) tersebut.
Api mula-mula membakar jerami, Arman Abdul, pria berusia 42 tahun pemilik rumah itu, berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya.
Ia menggunakan air dari sumur suntik (DAP) rumahnya untuk menyirami api yang kian membesar.
Ia sadar, api yang merambat di jerami kering, tidak mampu ia kendalikan.
Ia pun kemudian membangunkan anak-anak dan istrinya yang saat itu tidur di dalam rumah. Ia yakin, sudah pasti api akan menjalar ke rumah.
Korban pun meminta tetangganya, Amalia Bano, menghubungi tim damkar setempat. Laporan masuk ke tim pukul 01.15 Wita.
Personel damkar menerima informasi dan meluncur pukul 01.16 Wita.