Keberadaan Air Mancur Limboto-Gorontalo Dikritik DPRD Karena Korbankan Jalan Umum
Iskandar Mangopa, anggota DPRD mengaku, keberadaan air mancur Limboto itu mengorbankan akses masyarakat menuju Kantor Bupati Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1432023_air-mancur-limboto.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pembangunan air mancur Limboto di jalan menuju Kantor Bupati Gorontalo, dikritik anggota DPRD.
Iskandar Mangopa, anggota DPRD mengaku, keberadaan air mancur Limboto itu mengorbankan akses masyarakat menuju Kantor Bupati Gorontalo.
"Pengendara bingung pakai google maps. Petunjuknya setelah perempatan menara itu belok kanan, ternyata ada air mancur," ucap Iskandar Mangopa saat Rapat Komisi Gabungan di Kantor DPRD Kabupaten Gorontalo, Senin (13/3/2023).
Ia mengaku tak mengerti alasan konsep semacam itu, karena “sekarang jalan sudah ditutup dengan air mancur”.
Ucapan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo ini lantas mengundang gelak tawa para peserta rapat.
Sebelumnya pada 2020 lalu, calon bupati Tony S Junus juga menunjukan ketidaksukaannya terhadap adanya air mancur Limboto itu.
Tony S Junus yang kalah telak dari Nelson Pomalingo itu sempat berencana memindahkan air mancur Limboto itu jika seandainya terpilih saat itu.
“Jadi taman air mancurnya (Air Mancur Limboto) kita tidak hilangkan tapi akan kita pindahkan ke taman menara. Karena tempat itu adalah jalan utama sejak dulu,” kata Tony di hadapan pendukungnya di Kelurahan Kayubulan, 23 November 2020 lalu.
Pantauan TribunGorontalo.com, air mancur di menara keagungan Limboto memang terhubung dengan Taman Budaya Limboto.
Pada siang hari tidak memancarkan air. Beberapa kali pengendara harus memutar arah karena tak ada jalan tembus. (*)