Jika Anies Baswedan Maju Capres di Pemilu 2024, Siapa yang Berpotensi Jadi Cawapresnya?
Calon Presiden yang diusung Partai NasDem, Anies Baswedan belum menentukan siapa sosok yang akan menjadi cawapres untuk mendampinginya di Pemilu 2024.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/190223-swafoto.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Calon Presiden yang diusung Partai NasDem, Anies Baswedan belum menentukan siapa sosok yang akan menjadi cawapres untuk mendampinginya di Pemilu 2024.
Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengatakan ada beberapa calon yang memiliki potensi untuk mendampingi Anies Baswedan.
Dikatakannya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lebih realistis untuk menjadi cawapres Anies Baswedan ketimbang Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Baca juga: 343 Hari Menuju Pemilu - Pilpres 2024: Anies Baswedan Kuliah Umum di Canberra
Hanta Yuda menyebut pasangan Anies-AHY lebih kuat dalam berbagai survei daripada Anies-Khofifah.
"Jika Koalisi Perubahan ingin jalan mulus yang lebih realistis, lebih rasional, dan lebih kuat secara survei sampai saat ini, AHY jadi pilihan," ujar Hanta saat dimintai konfirmasi, Kamis (9/3/2023).
Hanta menjelaskan, saat ini simulasi pasangan Anies-AHY lebih tinggi prospeknya secara elektoral ketimbang berpasangan dengan tokoh yang lain.
Baca juga: 344 Hari Menuju Pemilu - Pilpres 2024: Anies Baswedan Swafoto dengan Mantan PM Australia
Dia meyakini AHY adalah pilihan yang efektif bagi Anies.
"Rute terpendek dan efektif dalam fase kandidasi (pencalonan) bagi Anies adalah berpasangan AHY ketimbang yang lain," ucapnya.
Hanya, Hanta menyebut nama Khofifah juga potensial untuk maju menjadi cawapres Anies.
Sebab, Khofifah bisa membawa basis massa dari Nahdlatul Ulama (NU) hingga masyarakat di Jawa Timur.
"Nama Khofifah Indar Parawansa tidak bisa diabaikan. Selain gubernur di salah satu provinsi besar di Jawa, tentu ada keinginan lain, yakni berharap bisa membawa pemilih NU yang tidak terpisahkan dari konstelasi politik hari ini," tutur Hanta.