Basarnas Gorontalo Latih 100 Personel Trik Penyelamatan di Air dan Respon Cepat Medis
Latihan yang dipusatkan di BPMP Provinsi Gorontalo Desa Tunggulo, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, diikuti 100 peserta.
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/832023_Potensi-SAR.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Suwawa - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo gelar pelatihan potensi SAR selama tujuh hari dimulai hari ini, Rabu (8/3/2023).
Latihan yang dipusatkan di BPMP Provinsi Gorontalo Desa Tunggulo, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, diikuti 100 peserta.
Kepala Pusat Pelatihan SDM Basarnas Gorontalo Anggit Mulyo Satoto mengatakan, pelatihan ini merupakan kegiatan awal tahun yang dilaksanakan dua kegiatan sekaligus.
“Dua kegiatan sekaligus yaitu penyelamatan di air atau water rescue, satunya medical fast responden atau medis pertama,” ujar Anggit.
Penangan ini bertujuan guna melatih masyarakat, guna menolong dengan benar dan tetap guna meminimalisir resiko yang lebih besar dari proses penyelamatan.
Baca juga: Evakuasi KM Express Priscilia 88 Gorontalo, 22 Anggota SAR Gabungan Turun dengan Rescue Boat 216
“Tujuan untuk menyiapkan masyarakat ,atau potensi masyarakat untuk mandiri melakukan penanganan kedaulatan yang ada di sekitarnya, melalui keterampilan pengetahuan yang kami bulatakan melalui standar yang kita telah tentukan,” tambahnya.
Pihaknya pun berharap dapat bersinergi dengan masyarakat, lembaga dalam melakukan latihan bersama agar dapat terimplementasi serta kesiapan seluruh peserta.
“Melalui forum koordinasi bencana pertolongan yang kita punya itu akan dibikin jadwal pelatihan, jadwal untuk latihan bersama bagi regu, satuan individu,” kata Anggit.
Harapannya kegiatan ini berimplikasi kesiapan masyarakat agar setiap saat siap jika terjadi potensi SAR.
Baca juga: Basarnas Gorontalo Masih tak Berhasil Temukan Bocah Hanyut di Sungai Bolango
“Jadi tidak hanya saat musibah mereka bergerak tapi sebelumnya sudah benar benar siap,” tutup Anggit.
Adapun 100 peserta yang ikut dalam pelatihan potensi SAR sendiri terbagi atas 50 pelatihan teknis potensi pertolongan penyelamatan air.
Lalu 50 lainya peserta pelatihan teknis potensi pertolongan medis pertama yang berasal dari TNI - Polri , Kementerian/ lembaga, BUMN, serta organisasi non pemerintahan.(*)