Khotbah Jumat

Khotbah Jumat: Keutamaan Bulan Syaban Ini Sering Dilalaikan Manusia 

Dalam khutbahnya, ia menyampaikan begitu banyak umat Nabi Muhammad melewatkan momen di bulan syaban.

|
TribunGorontalo.com
Dalam khutbahnya, ia menyampaikan begitu banyak umat Nabi Muhammad melewatkan momen di bulan syaban. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Jemaah Jumat memadati Masjid Darul Muhtadin Kota Gorontalo. Dalam kesempatan itu, khatib berwasiat mengenai keutamaan bulan Sya'ban.

Dalam khutbahnya, ia menyampaikan begitu banyak umat Nabi Muhammad melewatkan momen di bulan syaban.

Bulan yang terletak di antara bulan rajab dan ramadhan ini termasuk memiliki banyak keutamaan di dalamnya.

Dalam hadist diriwayatkan Usamah Bin Zaid: Aku bertanya:

Wahai Rasulullah SAW, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan, sebagaimana engkau berpuasa di bulan sya'ban?

Beliau Rasulullah SAW bersabda, "Itulah bulan yang manusia lalai darinya. Ia berada di antara bulan rajab dan ramadhan, jadi bulan yang di sana dibersihkan berbagai amal perbuatan yang akan mendorong Rabb semesta alam. Aku senang amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa." (HR An-Nasai).

Banyak orang begitu fokus pada bulan ramadhan, sehingga Rasulullah mengingatkan kita bahwa bulan ini tidak bisa diremehkan.

Bahkan, menurut hadist tersebut Rasulullah mengerjakan puasa sebulan penuh, agar saat amalannya diserahkan kepada Allah SWT, ia sedang dalam keadaan berpuasa.

Penyerahan amal yang dimaksud dalam hadits yaitu penyerahan rekapitulasi amal perbuatan manusia secara menyeluruh.

Ada pula amal yang langsung diterima Allah SWT seperti mengerjakan shalat lima waktu secara konsisten.

Seorang ulama ternama Abu Bakar al-Balkhi pernah berkata, "Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya'ban adalah bulan menyirami tanaman, dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen hasil tanaman".

Dari ungkapan Abu Bakar al-Balkhi tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa bulan sya'ban bukanlah bulan istirahat, justru bulan ini kita mempersiapkan perbekalan menuju bulan Ramadhan.

Jika kebaikan-kebaikan terus dilanjutkan, maka saat bulan Ramadhan nanti kita tinggal memetik manfaat pahala yang diberikan Allah SWT kepada kita.

Sebaliknya, jika kita berhenti berbuat baik pada bulan sya'ban, maka tanaman (amal) yang kita tanam akan kering dan mati, sehingga pada bulan ramadhan kita harus menanam dari awal. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved