Sekolah Jam 5 Pagi
Forum Pemuda Tolak Kebijakan Masuk Sekolah Jam 5 Pagi di NTT
Menurutnya, kebijakan masuk sekolah jam 5 pagi tidak cocok dengan kondisi masyarakat setempat.
"Kita tidak bisa samakan pendidikan dengan orang yang berjualan di pasar.” tegas dia.
“Itu Keliru menurut saya, tidak ada alasan mendasar yang jelas selain wacana dan kejar target untuk masuk dalam 200 sekolah terbaik versi LMPTN," tambah dia.
Untuk itu, kebijakan ini baginya perlu dipikirkan kembali. Ia kembali menegaskan tak ada kaitannya antara kebijakan ini dengan kemajuan pendidikan NTT.
"Kita paham Pak Gubernur ingin sekolah maju tapi kondisi masyarakat belum siap dan bahkan sulit menerima kebijakan itu," paparnya.
Bedi Roma bilang kebijakan ini paling kontroversial di Indonesia. Sebab tak ada ukuran pasti mengenai kebijakan itu dengan mutu pendidikan.
Baca juga: Panipi Raya FC Rebut Juara Grup B Liga 3 Gorontalo
"Saya pikir ini kebijakan yang paling kontroversial di seluruh Indonesia. Tidak ada barometernya, kaji kembali dan mohon agar di koreksi Lagi. Siswa masuk jam begitu mereka pasti ngantuk karena tubuhnya belum siap menerima Pendidikan," tegasnya.
Sebelumnya, Gubernur Nusa Tengara Timur (NTT), Viktor Laiskodat menginstruksikan siswa di Kota Kupang masuk sekolah jam 5 Pagi.
Instruksi masuk sekolah jam 5 pagi terutama untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Kota Kupang.
Menurut Viktor, masuk sekolah jam 5 pagi demi membantu siswa lebih disiplin. Terutama untuk para siswa SMA dan SMK.
Ia pun turut memberi tips agar masuk sekolah jam 5 pagi ini bisa dilakukan para siswa. Katanya, siswa harus mulai disiplin tidur jam 22.00.
Baca juga: Gempa Bumi M4.9 SR Guncang Bitung Sulut Selasa Malam 28 Februari
Lalu bangun jam 4.00 pagi, mandi dan persiapan satu jam, hingga memulai pelajaran di sekolah sebelum matahari terbit, yakni jam 05.00.
Saat membacakan aturan itu, tampak dalam video yang beredar di media sosial dilansir Tribun, Rabu (1/3/2023), Gubernur NTT, Viktor Laiskodat didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT.
"Dan ini harus diketahui, bahwa ini adalah uji coba," kata Viktor di hadapan para Kepala Sekolah SMA dan SMK se Kota Kupang.
Menurut Viktor, instruksi tersebut untuk membangun etos kerja dan agar tidak ada tambahan rombongan belajar.
"Perubahan itu memang sakit. Tapi harus dimulai, sehingga tidak ada yg persoalkan rombongan belajar terbatas," kata Viktor lagi.(*)
Baca artikel lainnya dengan topik "Sekolah Jam 5 Pagi" dengan klik link berikut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/132023_siswa_Sekolah_NTT.jpg)