Sabtu, 7 Maret 2026

Sel Terakhir TPA Talumelito-Gorontalo Nyaris Penuh, Sudah Terisi 14,4 Juta Kg Sampah

Pengurus TPA Talumelito menyebut, sel 5 TPA Talumelito ditargetkan menampung sekitar 19,2 juta kg sampah. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Risman Taharudin |
zoom-inlihat foto Sel Terakhir TPA Talumelito-Gorontalo Nyaris Penuh, Sudah Terisi 14,4 Juta Kg Sampah
TribunGorontalo.com/Gearth
Potret TPA Talumelito, Kabupaten Gorontalo. TPA ini kini memiliki 5 sel penampungan sampah. Sel terakhir terancam penuh, tersisa 25 persen lagi sebelum penuh. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Sel 5 penampungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito nyaris penuh. 

Kendati, sel 5 tersebut didesain untuk bisa menampung sampah warga Gorontalo dalam 6-7 tahun. 

Namun baru 1 tahun 4 bulan dibuka, sudah terisi sekitar 75 persen dari alokasi daya tampung.

Pengurus TPA Talumelito menyebut, sel 5 TPA Talumelito ditargetkan menampung sekitar 19,2 juta kg sampah. 

Tetapi kini sel 5 ini sudah menampung 75 persen atau 14,4 juta kg sampah. 

Artinya, tersisa 25 persen atau sekitar 4,8 juta kg sampah warga Gorontalo yang bisa ditampung.

Penyebab penuhnya sel 5 TPA Talumelito adalah banyaknya sampah yang disetor dari wilayah Kota Gorontalo

Jika dihitung sesuai target 6 tahun, TPA Talumelito mestinya setiap hari hanya menerima maksimal 9 ton per hari. 

Tetapi menurut Marten Yusuf, rata-rata sampah masuk setiap harinya mencapai 120 ribu ton. Kota Gorontalo adalah penyumbang terbesar sampah ke TPA. 

Karena itu, pada momen Hari Sampah Nasional (HPSN) 2023  ini, Marten Jusuf mengajak masyarakat mulai mengurangi sampah yang dikirim ke TPA. 

Artinya, harus ada kesadaran masyarakat untuk mengurangi produktivitas sampah, minimal dari rumah masing-masing. 

“Sampah bisa didaur ulang, misal dari sampah plastik dapat dibuat jadi bahan kerajinan, sementara sampah rumah tangga bisa dijadikan pupuk kompos .” jelas dia ditemui Selasa (21/2/2023). 

Sampah ini menurut Marten bukan saja tugas pemerintah, namun tugas juga masyarakat sebagai penghasil sampah. 

Ia mencontohkan bagaimana tragedi nasional yang disebabkan sampah hingga lahirnya peringatan HPSN. 

Kata dia, HPSN adalah peringatan peristiwa longsornya sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Leuwigajah Cimahi yang terjadi pada tanggal 21 Februari 2005 silam. 

Akibat curah hujan yang tinggi dan ledakan gas metana pada tumpukan sampah di TPA, mengakibatkan 157 orang meninggal.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved