Demo HMI
Puluhan Mahasiswa Kuasai Gedung DPRD Kota Gorontalo, Desak Pemerintah Selesaikan Proyek PEN
Terjadi ketegangan antara anggota DPRD dengan para mahasiswa anggota organisasi HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) cabang Gorontalo.
Penulis: Risman Taharudin |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2022023_proyek-dana-PEN.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Puluhan mahasiswa meringsek masuk ke dalam gedung DPRD Kota Gorontalo, Senin (20/2/2023).
Terjadi ketegangan antara anggota DPRD dengan para mahasiswa anggota organisasi HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) cabang Gorontalo.
Sebuah spanduk putih dengan tulisan merah, dipasang tepat di belakang meja pimpinan DPRD Kota Gorontalo.
Spanduk putih dengan tulisan menuntut kinerja pemerintah itu, dipasang tepat di bawah cengkraman burung garuda.
Para mahasiswa sebelumnya ke kantor wali kota, lalu berorasi di depan kantor Dinas PUPR Kota Gorontalo, serta DPRD kota.
Tuntutannya agar sejumlah proyek yang dibangun menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), segera dirampungkan.
Mereka resah, sebab sejumlah proyek yang dikerjakan sejak awal tahun 2022 ini, belum juga rampung.
“Pemerintah posisi?” pertanyaan sarkas mahasiswa dalam spanduk putih yang dibentangkan di gedung DPRD Kota Gorontalo.
Proyek PEN di Kota Gorontalo
Dua proyek PEN Kota Gorontalo di antaranya Proyek Peningkatan Mutu Jalan Nani Wartabone eks Panjaitan dan Proyek Revitalisasi Kota Tua Gorontalo.
Dua proyek ini kini sedang dikebut pengerjaanya. Marten Taha, Wali Kota Gorontalo dua periode pada awal Januari 2023 lalu, mengundang otoritas terkait membahas perihal proyek itu.
Marten pun memberi batas waktu kepada kontraktor dan otoritas terkait, untuk segera mempercepat pengerjaan proyek. Paling lambat kata dia Februari 2023.
Ia meminta agar dinas terkait yang bertanggung jawab terhadap proyek tersebut, menyiapkan segala hal yang dibutuhkan.
“Masih ada perpanjangan pemberian kesempatan kepada kontraktor untuk segera menyelesaikan sampai waktu 50 hari," ucap Marten saat itu.
Kata Marten, 50 hari kesempatan untuk penyelesaian proyek itu akan dihitung dari 9 Januari 2023.
Artinya, akhir Februari 2023 harus sudah serah terima proyek ke pemerintah.
“Saya targetkan paling lambat akhir Februari 2023 harus rampung seluruhnya terutama dua kawasan ini yaitu penataan pusat pertokoan dan pekerjaan jalan eks panjaitan” tegas Marten Taha.
Strateginya, kontraktor harus menambah jam kerja dan pekerja. Tentu, tanpa mengurangi kualitas pekerjaan.
Tidak tinggal diam, pemerintah kata Marten tetap akan memberikan sanksi berupa denda kepada kontraktor yang dianggap tak ‘becus’ urus proyek tersebut.
Proyek Peningkatan Mutu Jalan Nani Wartabone eks Panjaitan
Kontraktor asal Jakarta, PT Cahaya Mitra Nusantara tercatat sebagai pemenang tender proyek Peningkatan Jalan Nani Wartabone di Kota Gorontalo.
Perusahaan itu berkantor di Gedung Sinar Kasih Lantai 4 Jalan Dewi Sartika, nomor 136 D Cawang, Jakarta Timur, DKI Jakarta.
Namun, dikutip dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Gorontalo, pemenang berkontrak adalah PT Mahardika Permata Mandiri, perusahaan yang berkantor di Jalan Medan Banda Aceh. Harga penawaran yang diajukan Rp 23,9 miliar.
Proyek bernama Peningkatan Jalan Nani Wartabone tercatat dengan nomor tender 1137685 di LPSE.
Tender dibuat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang pada 30 Agustus 2021.
Nilai pagu paket anggaran tercatat Rp 25 miliar, lalu nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat di angka Rp 24,9 atau selisih Rp 94,3 juta.
Ada 74 perusahaan yang tercatat mengikuti tender proyek menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tersebut.
Sebelumnya tender proyek ini sempat gagal sebanyak dua kali. Tender pertama dibuka pada 29 Juni 2021 dan tender kedua dibuka 13 Juli 2021.
Tender pertama gagal karena setelah masa aanwijzing berakhir, terdapat hal-hal atau ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung.
Karena itu Kuasa Pengguna Anggaran melakukan Addendum terhadap Dokumen Rancangan Kontrak berkaitan dengan Kualifikasi Penyedia dan Peralatan utama yang disyaratkan.
Sementara tender kedua dibatalkan, karena tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran sebagaimana yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan BAB III INSTRUKSI KEPADA PESERTA Huruf G.
Marten Taha, Wali Kota Gorontalo melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Peningkatan Jalan Nani Wartabone di Kota Gorontalo pada 31 Desember 2021.
Proyek Revitalisasi Kota Tua Gorontalo
Dikutip dari laman LPSE Kota Gorontalo, proyek tersebut bernama Revitalisasi Kawasan Pusat Perdagangan pada Koridor Jl. MT. Haryono Cs. Proyek ini menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Tercatat nilai HPS proyek yang dibuat 3 September 2021 itu sebesar Rp 34,7 miliar.
Namun nilai itu terkoreksi hingga Rp 29,1 miliar. Pemenang tender proyek adalah PT Reski Aflah Jaya Abadi. Perusahaan ini beralamat di Jl Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan.
Kota Tua ini adalah kawasan perdagangan dan menjadi pusat Kota Gorontalo. Ada tiga desain yang dibuat. Menghadirkan tiga nuansa; Modern, Klasik, Arab, dan China.
"Nuansa modern di Jl S Parman sejauh 505 meter, sedangkan nuansa klasik di Jl Jendral Sutoyo sejauh 512 meter. Nuansa arabic pada jalan Letjen Suprapto sejauh 512 meter dan nuansa china pada jalan M T Haryono sejauh 300 meter, " ujar Marten Taha Wali Kota Gorontalo dalam agenda Groundbreaking Revitalisasi Kawasan Pusat Perdagangan Kota Gorontalo, Sabtu (29/1/2022).
Sebagai informasi, Marten Taha meletakan batu pertama proyek ini pada akhir Januari 2022 lalu. (*)