TNI
Ini Tugas 485 Personel TNI Gorontalo yang Dikirim ke Republik Kongo
Para personel TNI Gorontalo ini nantinya akan dikirim ke Republik Kongo bergabung sebagai Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB.
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1822023_KONGA-001_TNI-Gorontalo.jpg)
Sebab PBB tidak mempunyai pasukan seperti itu. Apabila keterlibatan langsung PBB dianggap tidak tepat atau tidak memungkinkan, Dewan akan memberikan otorisasi kepada organisasi-organisasi regional.
Misalnya North Atlantic Treaty Organisation (NATO) atau Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat.
Bisa juga koalisi dari negara-negara yang bersedia terlibat untuk melaksanakan tugas memelihara atau memberlakukan perdamaian.
Sebetulnya, PBB bukanlah satu-satunya organisasi yang telah memerintahkan misi pemeliharaan perdamaian.
Pasukan-pasukan pemeliharaan perdamaian non-PBB termasuk Misi NATO di Kosovo dan Pasukan dan Pengamat Multinasional di Jazirah Sinai.
Kontingen Garuda (KONGA)
Indonesia pertama kalinya mengirim Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB ke Mesir yang dinamakan dengan Kontingen Garuda I atau KONGA I.
Kontingen Garuda disingkat KONGA atau Pasukan Garuda adalah pasukan Tentara Nasional Indonesia yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di negara lain.
Indonesia mulai turut serta mengirim pasukannya sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB sejak 1957.
Kontingen Garuda dibentuk dari proses seleksi prajurit-prajurit dari berbagai kesatuan di TNI.
Kontingen Garuda I dikirim pada 8 Januari 1957 ke Mesir.
Kontingen Garuda Indonesia I terdiri dari gabungan personel dari Resimen Infanteri-15 Tentara Territorium (TT) IV/Diponegoro, serta 1 kompi dari Resimen Infanteri-18 TT V/Brawijaya di Malang.
Kontingen ini dipimpin oleh Letnan Kolonel Infanteri Hartoyo yang kemudian digantikan oleh Letnan Kolonel Infanteri Suadi Suromihardjo, sedangkan wakilnya Mayor Infanteri Soediono Suryantoro.
Kontingen Indonesia berangkat tanggal 8 Januari 1957 dengan pesawat C-124 Globemaster dari Angkatan Udara Amerika Serikat menuju Beirut, ibu kota Libanon.
Dari Beirut pasukan dibagi dua, sebagian menuju ke Abu Suweir dan sebagian ke Al Sandhira.