Kecelakaan Priscilia 88
Penumpang KM Express Priscilia 88 Kelaparan di Tengah Teluk Tomini-Gorontalo, Kondisi Drop
Satu di antaranya adalah kelaparan. Sebab, KM Express Priscilia diketahui berangkat dari Gorontalo menuju Pagimana, Sulawesi Tengah (Sulteng)
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KM-Pricilia-001.jpg)
Tim SAR Gorontalo membawa peralatan berupa life jacket dan peralatan medis lainnya, sebagai antisipasi jika ada penumpang yang membutuhkan penanganan medis.
KM Express Priscilia 88 di Gorontalo dioperasionalkan PT Pelayaran Dharma Indah sejak Senin (5/9/2022).
Kapal cepat Priscilia 88 berlayar setiap hari pukul 08.00 WITA untuk rute Gorontalo – Pagimana, sementara rute Pagimana – Gorontalo berangkat pukul 13.00 WITA.
Diketahui, kapal dengan 354 kursi itu memiliki tiga tipe ruangan dengan harga yang relatif terjangkau.
Kelas eksekutif sebanyak 244 kursi seharga Rp180 ribu per orang, kelas VIP sebanyak 70 kursi dengan harga Rp200 ribu per orang. Untuk kelas VVIP sebanyak 40 kursi dihargai Rp250 ribu per orang.
Sebelum dinyatakan mati mesin, KM Express Priscilia 88 diketahui bertolak dari Pelabuhan Gorontalo pada Senin (13/2/2023) pukul 14.00 Wita menuju Pagimana dengan POB 85 orang.
Pukul 19.05 Wita melaporkan kejadian tersebut di Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo.
Informasi yang dikumpulkan TribunGorontalo.com, KM Express Priscilia 88 diproduksi di batam oleh PT Cahaya Samudra Shipyard yang berdomisili di Sekupang.
Dilansir dari situs resminya, PT GALANGAN KAPAL CAHAYA SAMUDRA adalah industri dan jasa kelautan didirikan di Pulau Batam, Indonesia sejak 2008.
Merupakan perusahaan kelautan yang terintegrasi penuh dengan fokus yang kuat dalam pembuatan kapal baja.
Juga melakukan perbaikan dan pemeliharaan kapal termasuk layanan terkait kelautan.
Pelanggannya terutama dari pasar Domestik, Asia Pasifik dan Asia Tenggara. (*)