Pola Pikir Masyarakat Jadi Tantangan Memajukan Pariwisata Gorontalo
Ada banyak tantangan pariwisata Gorontalo. Kali ini diungkapkan Ariyanto Husain, kepala dinas yang baru.
Penulis: Risman Taharudin |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/11220223_Wisata-Ilomata-River-Camp_Gorontalo_bone-Bolango.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Dinas Pariwisata Gorontalo kini berbenah. Mencoba menarik sebanyak mungkin pengunjung ke Gorontalo.
Namun, Aryanto Husain, kepala dinas yang baru dilantik, mengakui ada tantangan besar memajukan Pariwisata Gorontalo.
Tantangan itu adalah soal pola pikir tentang pariwisata yang belum terbentuk.
"Artinya, kesadaran kita tentang pariwisata Gorontalo itu belum merata,” ungkap Aryanto Husain saat hadir di Podcast Tribun Gorontalo beberapa waktu lalu.
Ia menyentil kota-kota yang berhasil di sisi pariwisata. Sebut saja Bali dan Lombok.
Baca juga: 6 Rekomenasi Wisata Gorontalo untuk Menghabiskan Liburan Akhir Pekan dan Imlek
Dua pulau berdekatan itu, diserbu ribuan wisatawan setiap hari. Tidak cuma domestik, namun mancanegara.
Aryanto melihat, konsep pariwisata tidak dipahami secara dalam di Gorontalo.
Pamahaman yang tidak terlalu dalam itu bisa dilihat dari bagaimana masyarakat menyambut wisatawan.
“Bisa dilihat dari jika wisatawan masuk ke bandara hingga masuk ke destinasi wisata, itu berbeda sekali dari segi cara masyarakat di wilayah itu memperlakukannya,” ungkap Aryanto.
Inilah yang akan jadi tantangan pihaknya sebagai pemerintah. Sebab, bicara soal pariwisata, bukan hanya bicara target per tahun.
Lebih dari itu, “kita bicara pariwisata berkepanjangan. Seperti untuk 10 tahun ke depan apa target kita, termasuk 20 tahun ke depan.” ungkap Aryanto Husain.
Baca juga: Shava Beach, Wisata Gorontalo Berkonsep ala Bali, Ini Harga Menginap
Mewujudkan hal itu, Dinas Pariwisata Gorontalo kata dia akan melakukan penguatan sumber daya manusia (SDM) di Gorontalo.
Secara luas, masyarakat akan diberikan The Senses In Tourism. Agar konsep hospitality terhadap pariwisata, tidak cuma dilakukan di hotel-hotel ataupun restoran.
Sembari memperbaiki hal itu, pihaknya juga akan mengembangka destinasi wisata yang ada di Gorontalo.
Lalu juga paling penting adalah kegiatan-kegiatan pariwisata. Ini tentu akan mendatangkan orang banyak.