Arti Kata
Mengenal Apa Itu Typhoon RAF, Jet Tempur Lincah Inggris yang Diinginkan Ukraina untuk Lawan Rusia
Inggris belum mau mengirimkan jet tempur Typhoon RAF (Royal Air Force) ke Ukraina di tengah perang Rusia yang sampai saat ini masih berlangsung.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Typhoon-RAF-ilustrasi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Inggris belum mau mengirimkan jet tempur Typhoon RAF (Royal Air Force) ke Ukraina di tengah perang Rusia yang hingga kini masih berlangsung.
Padahal Ukraina membutuhkan jet tempur dari Barat seperti Typhoon RAF untuk menghadapi perang Rusia.
Apa Itu Typhoon RAF?
Dilansir TribunGorontalo.com.com dari rafmuseum.org.uk, Eurofighter Typhoon (Typhoon RAF) adalah jet tempur multi-peran dengan mesin ganda generasi keempat yang berkemampuan tinggi dan sangat lincah.
Typhoon RAF mampu dikerahkan untuk spektrum penuh operasi udara, termasuk pengawasan udara, dukungan perdamaian, dan konflik intensitas tinggi.
Baca juga: Mengenal Apa Itu F-35, Jet Tempur Canggih AS yang Ogah Dikirim Inggris ke Ukraina untuk Lawan Rusia
Ini adalah salah satu prototipe dari Eurofighter Typhoon.
Inggris, Jerman, Italia, dan Spanyol membentuk perusahaan Eurofighter dan bekerja sama untuk mengembangkan banyak fitur canggih dari mesin canggih ini.
Typhoon termasuk bagian penting dari peralatan Royal Air Force (RAF).
Eurofighter juga dibangun di atas sejarah panjang pesawat tempur multi-peran Inggris dan proyek kolaborasi Eropa lainnya.
Baca juga: Mengenal Apa Itu HAWK, Sistem Pertahanan AS yang akan Dikirim Lagi ke Ukraina di tengah Perang Rusia
Typhoon awalnya dikerahkan dalam peran udara-ke-udara sebagai Typhoon F2.
FGR4 saat ini telah memperoleh berbagai senjata, dan mampu menyerang berbagai jenis sasaran.
Pilot melakukan banyak fungsi penting melalui antarmuka 'hands on throttle and stick' (HOTAS) pesawat yang, dikombinasikan dengan kokpit canggih dan 'Helmet Equipment Assembly' (HEA), membuat Typhoon dilengkapi dengan luar biasa untuk semua aspek operasi udara.
Meskipun Typhoon telah menerbangkan misi serangan presisi dalam semua penyebaran tempurnya hingga saat ini, peran terpentingnya tetap menjadi penyediaan peringatan reaksi cepat (QRA) untuk wilayah udara Inggris dan Kepulauan Falkland.
Baca juga: Mengenal Apa Itu SAMP/T-MAMBA, Pencegat Rudal Balistik yang Bakal Dikirm Prancis dan Italia ke Kyiv
Detasemen juga memperkuat pertahanan udara NATO di wilayah Baltik dan Laut Hitam.
Dilansir TribunGorontalo.com dari military-today.com, dua prototipe pertama Eurofighter 2000, diselesaikan di Jerman dan Inggris.
Masing-masing sebagai DA.1 dan DA.2, denagn melakukan penerbangan perdananya pada 27 Maret dan 6 April 1994.
Ini diikuti oleh enam prototipe lebih lanjut (termasuk sepasang dua- seaters) yang digunakan sebagai testbeds untuk mesin EJ200, radar ECR90 dan untuk avionik dan integrasi senjata.
Baca juga: Mengenal Apa Itu ATACMS, Sistem Rudal AS yang Diinginkan Ukraina untuk Lawan Rusia tapi Ditolak
Pada tahun 1998, Eurofighter 2000 diberi nama Typhoon.
Pesawat produksi pertama diluncurkan pada paruh kedua tahun 2001.
Dikatakan bahwa Typhoon memiliki efektivitas tempur setengah dari F-22 Raptor Amerika.
Ini adalah perkiraan, namun tampaknya Typhoon lebih unggul dari F-15 Eagle, Rafale Prancis, mengembangkan varian Su-27 Rusia, seperti Su-35, serta banyak pesawat lainnya.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Abrams, Tank Tempur Utama yang Enggan Dikirim AS ke Ukraina untuk Lawan Rusia
Ukraina Butuh Jet Tempur Barat
Diberitakan sebekumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terus menyerukan permintaannya atas bantuan militer dari sekutu Barat.
Dilanir TribunGorontalo.com dari Newsweek, Zelensky tiba di Brussel, Belgia pada Kamis (9/2/2023), untuk permohonan baru terhadap para pemimpin Eropa untuk menyumbangkan jet tempur ke Ukraina.
Baca juga: AS Bakal Kirim 400 Juta Dolar Bantuan Militer ke Ukraina termasuk Senjata Avenger, Apa Itu?
Saat Zelensky meningkatkan permohonannya, Andriy Yermak, Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina mengatakan "masalah senjata jarak jauh dan jet tempur untuk Ukraina sepertinya bisa diselesaikan."
Untuk diketahui, Zelensky diundang untuk menghadiri KTT Uni Eropa (UE) di Brussel, pada Kamis.
"Kita harus meningkatkan dinamika kerja sama kita, kita harus melakukannya lebih cepat daripada agresor," kata Zelensky di hadapan politisi UE.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Challenger 2, Tank Tempur Inggris yang Bakal Dikirim ke Ukraina untuk Lawan Rusia
Sebelum ke Belgia, Zelensky terlebih dahulu mengunjungi Inggris dan Prancis pada Rabu (8/2/2023).
Di Paris, Zelensky pun disambut oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz.
Prancis dan Jerman bisa menjadi "pengubah permainan," dalam perang Rusia vs Ukraina, sebut Zelensky setelah berfoto di Istana Elysee, Paris.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Leopard 2, Tank Tempur Buatan Jerman yang Bakal Dikirim Polandia ke Ukraina
Adapun dalam kesempatan itu juga, Macron menegaskan kembali dukungan Prancis untuk Ukraina.
"Selama Rusia terus menyerang, kami akan terus beradaptasi dan memoderasi dukungan militer yang diperlukan untuk melestarikan Ukraina dan masa depannya." kata Macron.
Beberapa jam sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak telah menyambut Zelensky di London.
Zelensky memohon kepada Inggris untuk mengirimkan jet tempur yang ada di stoknya kepada Ukraina.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Marder, Kendaraan Tempur Jerman untuk Ukraina yang Ternyata Ada juga di Indonesia
Pengiriman jet tempur F-16, F-35, dan Typhoon sebelumnya telah dikesampingkan oleh Inggris dan AS, karena dianggap sebagai "garis merah" bagi pendukung internasional Ukraina.
Kemudian pada hari Rabu, Sunak mengatakan "tidak ada yang salah," dan jet tempur canggih adalah "bagian dari percakapan."
Tetapi sejauh ini, Inggris masih menolak dengan alasan bahwa jet F-35 dan Typhoon RAF terlalu lama untuk dilatih pilot.
Baca juga: Mengenal Apa Itu F-16, Jet Tempur AS yang Enggan Dikirim Biden untuk Ukraina di Tengah Perang Rusia
Sebelumya, seorang juru bicara Sunak mengatakan pada akhir Januari, bahwa jet tempur yang "sangat canggih" dan "membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk belajar terbang."
Skala waktu dari program pelatihan ini berarti "tidak praktis" untuk mengirim jet tersebut ke Ukraina, tambah mereka.
Meski demikian, Sunak diketahui telah mengkonfirmasi bahwa tank UK Challenger 2 akan dikerahkan ke Ukraina pada bulan depan.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)