PEMPROV GORONTALO
Upaya Penurunan Angka Tengkes di Gorontalo, Diusakan hingga 20.35 persen
Pejabat Sekda Prov Gorontalo Syukri Botutihe, angka target itu sebetulnya masih jauh dari target yang diberikan presiden.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/922023_tengkes_stunting.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pemerintah tengah memutar otak untuk menurunkan angka stunting atau tengkes Gorontalo.
Targetnya, angka tengkes Gorontalo bisa turun hingga 20.35 persen pada 2023.
Pejabat Sekda Prov Gorontalo Syukri Botutihe, angka target itu sebetulnya masih jauh dari target yang diberikan presiden.
Karena itu, butuh komitmen pemerintah daerah dan semua pemangku kepentingan agar tengkes bisa ditekan serendah mungkin.
“Presiden menargetkan stunting di tahun 2024 itu kalau bisa mencapai angka nol.” katanya pada Rapat Evaluasi Lintas Sektor Kesehatan Ibu dan Anak, Rabu (8/2/2023).
“Tapi melihat data ini agak parah ya mencapai 23,8 persen harus kita kejar dalam satu tahun. Pertanyaannya apa bisa? Harus! bisa kita harus punya optimis, semangat dan ikhtiar” tambah Syukri.
Syukri menambahkan penanganan tengkes membutuhkan kerjasama lintas sektor baik secara spesifik maupun sensitif.
Ia pun mengingatkan agar masing-masing sektor tidak bekerja sendiri dan melakukan komunikasi serta koordinasi yang baik.
“Kalau spesisik itu dari Dinas Kesehatan. Kalau sensitif itu lintas sektor lainnya, contoh masalah air bersih, kemudian makanan dan pangan jadi membutuhkan kerjasama, tidak bisa kita hanya bekerja sendiri-sendiri,” imbuhnya.
Persentase tengkes Provinsi Gorontalo berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, menempatkan angka stunting tertinggi ada pada tiga kabupaten diantaranya Kabupaten Gorontalo 30,8 persen, Kabupaten Boalemo 29,9 persen dan Gorontalo Utara 29,3 persen.
Sementara tiga lainnya berada pada angka terendah yakni Kabupaten Pohuwato 6,4 persen, Kota Gorontalo 19,1 persen, dan Bone Bolango 22,3 persen. adv (*)