Update Kecelakaan Mobil Dinas DPRD Jambi, Ini Hasil Tes Narkoba Pengendara dan Wanita tanpa Busana
Ketua DPRD Jambi Edi Purwanto menyampaikan klarifikasi atas kecelakaan kendaraan dinas operasional tamu di DPRD Provinsi Jambi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/050223-mobnas1.jpg)
Dilaporkan ada dua orang yang ada di dalam mobil saat kecelakaan, mereka adalah SA yang mengemudikan mobil, dan TA.
SA sebagai pengemudi hanya mengalami memar, sedangkan TA harus menjalani perawatan karena mengalami patah kaki.
Simatupang, pemilik mobil Calya mengatakan, diduga mobil sedan Camry dikejar oleh sejumlah orang.
"Katanya sebelum kecelakaan di sini, sudah lebih dulu nabrak pohon. Karena katanya sempat dikejar orang," bilang Simatupang, Kamis (2/2/2023).
Bahkan, kata Simatupang, kondisi penumpang wanita dalam kondisi tanpa busana, saat berada di dalam mobil.
"Iya, tidak pakai baju sama celana, bahkan sarung saya mau diambil buat nutupin untuk masuk ke rumah sakit," katanya.
Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Jambi, Evi Suherman mengatakan, penggunaan mobil dinas yang terlibat kecelakaan itu murni kesalahan Kasubag rumah Tangga dan Aset.
"Dengan tegas kita sampaikan, ternyata bukan anak dari anggota dan pimpinan DPRD Provinsi Jambi yang membawa mobil itu," terangnya.
Menurut Evi, ini adalah murni kesalahan si Kasubag yang membawa kendaraan dinas ke rumah dan memperbolehkan anaknya menggunakan kendaraan yang dibeli dari uang negara.
"Kelanjutannya kita akan komunikasikan dengan sekretaris dewan untuk memanggil yang bersangkutan. Kita akan BAP kan, karena ini adalah aset negara yang digunakan oleh beliau tanpa sepengetahuan dan izin dari atasan," tegasnya dikutip dari TribunJambi.com.
Kabag Umum DPRD Provinsi Jambi, Bambang Supriyadi mengatakan mobil dinas milik sekretariat DPRD Provinsi Jambi dibawa pulang oleh N dan dikemudikan anaknya yang masih pelajar.
"Yang bawa mobil itu anak dari kasubag Rumah Tangga dan Aset, bersama satu teman wanitanya, usai kecelakaan sopir tidak apa-apa hanya saja teman wanitanya alami patah kaki dilarikan ke rumah sakit terdekat," jelasnya.
Bambang Supriyadi menduga kecelakaan disebabkan karena pengemudi panik saat dikejar warga.
"Dari kejaran itu dengan kecepatan tinggi sehingga mobil yang dikendarai alami kecelakaan," imbuhnya.
Kapolresta Jambi, Kombes Pol Eko Wahyudi membeberkan kondisi SA dan TA pascakecelakaan yang menimpa.