Hari Patriotik Gorontalo

Pesan Nani Wartabone untuk Keturunannya: Bukan Anakku Kalian jika Tak Sayang Rakyat

Karena itu, pada Jumat pagi 23 Januari 1942 ia menggelorakan semangat rakyat untuk melucuti persenjataan personel Belanda.

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/Apris
Dewa Diko cicit Nani Wartabone. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Dewa Diko masih ingat betul pesan Nani Wartabone kepada dirinya. 

Meski tidak mendengar langsung, namun pesan itu menjadi semacam wasiat wajib yang harus diwarisi kepada keturunan Nani Wartabone

Begini pesannya, “Jaawalao Uu Tinggoli wanu jamootoliangoo rakyati.” ungkap Dewa Diko yang merupakan cicit dari Nani Wartabone

Pesan itu merupakan bahasa Gorontalo. Jika diterjemahkan maksudnya adalah “bukan anakku kalian jika tak sayang rakyat”.

Pesan inilah yang menjadi semangat untuk para anak dan cucu hingga cicit Nani Wartabone.

Baca juga: Keluarga Besar Ikatan Alumni SMK 3 Ikut Rayakan Hari Patriotik Gorontalo 2023 

"Kakek kami Nani Wartabone sekarang menjadi Inspirasi generasi muda untuk berjuang dari segi apapun," tutur Dewa yang kerap jadi korlap untuk aksi demonstrasi di Bone Bolango. 

Tidak mudah sebetulnya untuk Nani Wartabone merebut hegemoni Belanda di Gorontalo. 

Ia harus bergerilya. Kendati, Nani Wartabone adalah anak dari pejabat yang bekerja untuk Belanda.

Meski begitu, ia rupanya tidak setuju dengan penjajahan bangsa Belanda terhadap rakyat Gorontalo. 

Karena itu, pada Jumat pagi 23 Januari 1942 ia menggelorakan semangat rakyat untuk melucuti persenjataan personel Belanda. 

Ia menguasai tempat-tempat penting pemerintah Belanda saat itu, kemudian merebut kekuasaan Belanda.

Peristiwa 23 Januari sejak saat itu kemudian diperingati oleh setiap warga Gorontalo.

Nani Wartabone lahir 30 April 1907 dan kemudian meninggal 3 Januari 1986. Ia lahir dan menghembuskan nafas terakhir di kampung halamannya di Kecamatan Suwawa. 

Baca juga: Hari Patriotik Gorontalo dan Perjuangan Nani Wartabone Mengusir Belanda

Pejuang yang suka bertani itu menikah dengan Aisyah Tangahu dan memiliki 9 anak, yakni Sarina Wartabone, Hanum Wartabone, Aroman Wartabone, Rasuna Wartabone, Pauji Wartabone, Noni Wartabone, Dolly Wartabone, Yos Wartabone, Jalaludin Wartabone.

"Jadi 9 orang itu adalah anak dari Opa kami Nani Wartabone," ungkap  Arisman Wartabone cucu Nani Wartabone yang biasa disapa Ais, Senin (23/1/2023). 

Menurutnya, sembilan anak Nani Wartabone tersebar di beberapa daerah seperti  Makasar Sulawesi Selatan, Suwawa Bone Bolango, dan Kota Gorontalo.

"Tapi mereka semua sudah meninggal dunia, sekarang tinggal cucu dan cicitnya," ucap Ais.

Dari 9 anak itu, Nani Wartabone memiliki puluhan cucu dan cicit. Jika dihitung jumlahnya mencapai ratusan. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved