Rabu, 4 Maret 2026

Puan Maharani

Panutanku Tempat Belajarku, Figur Capres PDIP Puan Maharani: Selamat Ulang Tahun Mama

Kandidat capres PDIP Puan Maharani mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Panutanku Tempat Belajarku, Figur Capres PDIP Puan Maharani: Selamat Ulang Tahun Mama
TribunGorontalo.com/tangkapan layar video @puanmaharaniri
Puan Maharani dan Megawati. Kandidat capres PDIP Puan Maharani mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. 

Megawati kuliah di Universitas Padjajaran di Bandung untuk belajar pertanian tetapi keluar pada tahun 1967 untuk bersama ayahnya setelah kejatuhannya.

Pada tahun 1970, tahun ayahnya meninggal, Megawati pergi ke Universitas Indonesia untuk belajar psikologi tetapi keluar setelah dua tahun.

Karier politik

Megawati sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada tahun 1987.

Pada tahun 1986, Soeharto memberikan status Pahlawan Proklamasi kepada Soekarno dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh Megawati.

Pengakuan Soeharto memungkinkan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), sebuah partai yang didukung pemerintah, untuk mengkampanyekan nostalgia Soekarno menjelang pemilihan legislatif 1987.

Selama ini Megawati melihat dirinya sebagai ibu rumah tangga, tetapi pada tahun 1987 ia bergabung dengan PDI dan mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

PDI menerima Megawati untuk mendongkrak citranya sendiri. Megawati dengan cepat menjadi populer, statusnya sebagai putri Soekarno mengimbangi kurangnya keterampilan berpidato.

Meski PDI berada di urutan terakhir dalam pemilu, Megawati terpilih menjadi anggota DPR.

Seperti semua anggota DPR, ia juga menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Ketua Partai Demokrasi Indonesia

Megawati tidak terpilih kembali, tetapi tetap menjadi anggota PDI. Pada bulan Desember 1993, PDI mengadakan kongres nasional.

Seperti yang selalu terjadi ketika partai-partai oposisi Orde Baru mengadakan kongres, pemerintah aktif ikut campur.

Menjelang Kongres, tiga orang bersaing untuk menjadi ketua PDI. Petahana, Soerjadi, menjadi kritis terhadap pemerintah.

Kedua, Budi Harjono sosok ramah pemerintah yang didukung pemerintah. Yang ketiga adalah Megawati.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved