Hari Patriotik Gorontalo
Hari Patriotik Gorontalo dan Perjuangan Nani Wartabone Mengusir Belanda
Hari ini sekaligus mengenang bagaimana perjuangan Nani Wartabone memerdekakan Gorontalo dari penjajahan bangsa Belanda.
Komite 12 dibentuk sebagai gerakan solid melawan kondisi Gorontalo saat itu.
“Ketika itu, situasi kota Gorontalo di malam hari mencekam. Karena Pemerintah Hindia Belanda sudah membentuk Vernielings Corps (VC), yaitu bagian kepolisian yang akan membumi hanguskan kota Gorontalo,” tulis Basri Amin dikutip Senin (23/1/2023).
Saat itu menurut Basri, pasukan Belanda panik akan kedatangan Jepang yang sudah menguasai sejumlah titik di Sulawesi.
Saat itu pada Desember 1941, Perang Asia Timur Raya (Daitoa Senso) yang dikobarkan Jepang dengan secara tiba–tiba menyerang Pearl Harbour di Kepulauan Hawai.
Dampaknya hingga menghancurkan pasukan dan kapal Angkatan Laut Amerika Serikat. Tak lama setelah itu, menyerang kilang minyak di Balikpapan pada 6 Januari 1942.
Inilah yang membuat Belanda ketar-ketir hingga ingin meratakan aset-aset yang mereka kuasai di Gorontalo. Harapannya, tidak dikuasai Jepang untuk melawan Belanda.
VC ini memang sudah sempat melancarkan aksinya. Berhasil menghanguskan satu gudang kopra di Pantai Leato atau saat ini masuk dalam Kampung Tenda.
Lalu juga telah membakar satu kapal motor “Kololio” milik pengusaha Lasahido di pelabuhan Kwandang, Gorontalo Utara.
Nani Wartabone pun lantas menyusun langkah strategis. Ia menjalin hubungan rahasia dengan Pendang Kalengkongan, Kepala Kantor Telegraf di Kantor PTT (Post, Telefoon en Telegraaf) Gorontalo.
Kantor PPT ini dulunya sebagai obyek vital, dijaga anggota Polisi dari suku Gorontalo dan Minahasa.
Basri Amin menyebut, memiliki hubungan rahasia antara Pendang Kalengkongan. Hubungan keduanya bahkan sudah terjalin sebelum Komite 12 terbentuk.
Pendang kerap membocorkan informasi yang ia terima kepada Nani Wartabone.
“Dengan itulah semua Pak Nani beroleh “data lapangan” yang valid dalam menyusun gerakan heroiknya bersama kekuatan (rakyat) lainnya pada 23 Januari 1942, yang setiap tahunnya kita kenang,” tulis Basri. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2312023_Hari-Patriotik-Gorontalo_Nani-Wartabone_001.jpg)