Driver Ojol Gorontalo Curhat ke Kapolresta, Minta Keringanan Urus SKCK hingga Adukan Satlantas

Pertemuan sejumlah driver ojol dengan Kapolresta berlangsung di Mana Cafe Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur Gorontalo. 

Editor: Wawan Akuba
ist
Momen Kapolresta Kombes Ade Permana berbicara di Jumat Curhat Polisi, Jumat (20/1/2023) kemarin. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pelbagai keluhan dilontarkan para driver ojek online (ojol) ke Kapolresta Gorontalo Kota, Kombes Ade Permana

Curhatan para driver ojol itu disampaikan saat program Jumat Curhat bersama polisi kemarin, Jumat (20/1/2023). 

Pertemuan sejumlah driver ojol dengan Kapolresta berlangsung di Mana Cafe Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur Gorontalo. 

Menurut Ade Permana para driver ojol ini meminta keringanan pengurusan SKCK. Sebab, selama ini Surat Keterangan Catatan Kepolisian itu memang jadi syarat untuk para driver ojol. 

Lalu juga seorang driver ojol mengeluhkan cara penindakan polisi lalu lintas. Menurut seorang driver itu, kadang polantas menilang driver ojol tapi membawanya terlebih dahulu ke kantor lantas. 

Pertanyaan yang juga dilontarkan driver ojol adalah soal besaran administrasi penarikan berkas perkara pidana. 

Tiga pertanyaan itu dijawab lugas oleh Kapolresta. Soal SKCK, menurutnya memang keharusan untuk mendeteksi track record seseorang. 

“SKCK memang merupakan suatu Keharusan karena dengan adanya SKCK Polri dapat mendeteksi dan menelusuri ada atau tidaknya tindak pidana yang pernah dilakukan oleh si pemohon.” kata Kombes Ade Permana

Lalu terkait tindakan lantas yang menggiring pemotor yang tertilang, menurut Ade merupakan hal yang wajar. 

Selanjutnya terkait penarikan berkas pidana, Ade Permaan menjelaskan, “bahwa tidak ada biaya penarikan laporan atau berkas perkara tindak pidana,” tukas Ade. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved