Pengamat Politik Gorontalo Sebut Sistem Proporsional Tertutup adalah Kemunduran Demokrasi

Akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Gorontalo itu mengaku penerapan sistem proporsional tertutup adalah kemunduran demokrasi. 

Penulis: Risman Taharuddin | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Pengamat politik Gorontalo Jurisman Kadji. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pengamat politik Gorontalo Jurisman Kadji mengaku tak setuju dengan penerapan kembali sistem proporsional. Apalagi, wacananya sistem itu akan diterapkan pada Pemilu 2024.

Akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Gorontalo itu mengaku penerapan sistem proporsional tertutup adalah kemunduran demokrasi. 

Sebab, penerapannya akan membatasi partisipasi publik pada pemilu 2024 nanti. 

Sistem ini sangat kental dengan pengkondisian calon yang diusung parpol sebagai wakil rakyat. Kendali sepenuhnya ada pada parpol. Akibatnya kondisi parpol semakin oligarki. 

Seharusnya yang dilakukan adalah perbaikan di internal partai, seperti halnya menyiapkan kadernya yang berkualitas bukan hanya ‘isi tasnya’.

Ia tidak ingin terjadi nepotisme dan politik uang terkait nomor urut. Sebab nantinya para kandidat lebih berkonsentrasi pada pengkondisian parpol daripada merebut simpati publik. Karena yang menentukan pada akhirnya adalah parpol.

Ia menyebut, PDIP sebagai partai yang mendorong sistem ini diberlakukan, akan jadi yang paling beruntung. Tentu partai-partai yang sudah mapan struktur dan infrastruktur politiknya.apalagi dia berkuasa. 

"Dulunya di era orde baru Golkar menang dengan sistem ini." tuturnya. 

Sisi baiknya dari model ini, peran parpol sangat signifikan. Kaderisasi menjadi syarat mutlak dalam menyiapkan para calon. Itu jika dilaksanakan dengan baik. 

Jika MK mengesahkan pelaksanaan pemilu sistem proporsional tertutup, jelas partai besar  yang  mapan infrastruktur politiknya yang diuntungkan. 

Hasil survei oktober 22 menempatkan PDIP masih menjadi parpol dengan jumlah pemilih terbanyak  Dengan sebaran kendali kekuasaan yang besar.

" Tentu ini menguntungkan." tandasnya.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved