Pemkab Bone Bolango

Festival Anak Yatim Bone Bolango Diikuti Ribuan Anak dan Kaum Dhuafa

Festival Anak Yatim merupakan program pemerintah Kabupaten Bone Bolango. Tujuannya berbagi kebahagiaan dengan para anak yatim

Penulis: Fajri A. Kidjab | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Festival Anak Yatim Bone Bolango. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Seribu anak yatim dan kaum duafa mengikuti Festival Anak Yatim tahun 2023 di lapangan Ippot Tapa, Rabu (11/1/2023).

Festival Anak Yatim merupakan program pemerintah Kabupaten Bone Bolango. Tujuannya berbagi kebahagiaan dengan para anak yatim setiap tanggal kelahiran 11 Januari.

Agenda ini dicetus sejak kepemimpinan Hamim Pou dan digelar setiap tanggal kelahiran sang bupati.

Pemkab Bone Bolango ingin menanamkan nilai moral, agar para anak yatim dan kaum duafa ini merasa mereka selalu diterima oleh masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini untuk menumbuhkan jiwa sosial dalam menolong sesama dalam kondisi apapun. 

Bupati Bone Bolango, Hamim Pou mengatakan, festival anak yatim merupakan pengingat bagi seluruh masyarakat agar selalu menyantuni anak yatim.

Bupati dua periode ini juga berharap perayaan Hari Anak Yatim menjadi penjaga bagi Kabupaten Bone Bolango dari segala bencana alam, fitnah maupun malapetaka lainnya.

"Ini insya Allah akan menjaga kemajuan atau kemakmuran Kabupaten Bone Bolango," kata Hamim dalam sambutannya.

Hamim pun mengajak seluruh masyarakat senantiasa bersedekah untuk para anak yatim.

"Kalau berbisnis kadang-kadang rugi. Kalau bersedekah dengan anak yatim, Insya Allah diganti cash berpuluh-puluh kali lipat," ucap dia.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Bulango Utara Erna Patuti mengkau pemerintah membiayai empat anak yatim dari setiap desa di Bone Bolango.

"Alhamdulillah ini sudah program  Kabupaten Bone Bolango dan menjadi tanggung jawab kecamatan untuk menganggarkan," ujar Erna Patuti kepada awak media.

Menurutnya, semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Bone Bolango bertindak sebagai orang tua asuh.

Diketahui, anak-anak yatim berusia 6 hingga 14 tahun ini diberikan beasiswa dan bantuan oleh pemerintah.

"Mereka dijamin bisa sampai perguruan tinggi. Mereka mau kuliah itu daerah bertanggung jawab," jelas dia.

Pantauan TribunGorontalo.com, festival dibuka dengan penampilan dari anak-anak Pesantren Moosalamati, kemudian pembacaan puisi oleh penyandang disabilitas, dan dilanjutkan penampilan Qori Internasional Sarini Abdullah membawakan lagu Zakati.

Usai acara inti, para anak-anak yatim ini riang gembira dan larut dalam permainan sederhana yang diselenggarakan panitia. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved