Diuji Dosen Teknik Mesin, Ujian 30 Mahasiswa Terapis Gigi UNU Gorontalo Dibatalkan Rektor

Ada beberapa alasannya harus mengulang ujian para mahasiswa itu. Pertama, dosen pembimbing dan penguji tidak sinkron dengan jurusan para mahasiswa. 

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Rektor UNU Gorontalo membatalkan hasil ujian 30 mahasiswa karena dianggap tidak sah. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Gorontalo harus gigit jari. Sebab, ujian yang sudah dijalani, dibatalkan otoritas resmi kampus.

Rektor UNU Gorontalo, Ridwan Tohopi membatalkan hasil ujian 30 mahasiswa karena dianggap tidak sah. 

"Informasi yang saya dapatkan kemarin ada 30 mahasiswa yang mengikuti ujian akhir, menurut saya tidak sah dan harus diulang kembali," ungkap Ridwan saat di temui Tribungorontalo.com di ruangan Rektorat UNUGo, Rabu (11/1/2023).

Ada beberapa alasannya harus mengulang ujian para mahasiswa itu. Pertama, dosen pembimbing dan penguji tidak sinkron dengan jurusan para mahasiswa. 

“Jadi saya meminta kepada para mahasiswa tersebut untuk ujian kembali. Karena ujian sebelumnya tidak sah. karena penguji/pembimbing mereka bukan spesialis jurusannya studi terapis gigi. Tetapi yang menguji dosen teknik mesin, ini kan tidak sinkron,” terangnya

Ridwan menambahkan dosen yang mengadakan ujian akhir tersebut, tidak memberitahukan pihak kampus universitas dan rektor.

“Memang benar ujian tersebut tidak ada pemberitahuan kepada saya maupun universitas," katanya,

Menurutnya, 30 mahasiswa ini mengikuti ujian akhir di kampus lain, artinya di luar universitas, “maka ini saya anggap tidak sah,” terangnya.

Seorang mahasiswa yang menolak menyebutkan nama mengaku, ia bingung pembatalan ujian tersebut. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved