Gorontalo Kemarin
Gorontalo Kemarin: Game Pengenalan Kosakata Bahasa Gorontalo dan Hardi Sidiki Jago Main Lato-lato
Puluhan artikel dipublikasi pada Senin (9/1/2023) kemarin, namun hanya lima artikel di bawah ini kami sajikan kembali. Masih
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/912023_Syarifah-Fatimah-Setiasih-Niode.jpg)
Puluhan artikel dipublikasi pada Senin (9/1/2023) kemarin, namun hanya lima artikel di bawah ini kami sajikan kembali. Masih relevan dibaca hari ini, Selasa (10/1/2023), apalagi menempati Top News dalam 24 jam terakhir.
Mahasiswa S2 Asal Gorontalo Rancang Game Pengenalan Kosakata Bahasa Gorontalo
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Mahasiswa pascasarjana Institut Teknologi Bandung (ITB) asal Gorontalo merancang game edukasi pengenalan kosa kata bahasa Gorontalo.
Inovasi atas penyelamatan bahasa Gorontalo ini bahkan ia ajukan sebagai syarat mendapatkan gelar Magister Desain di ITB. Hasilnya, tesisnya tentang game edukasi ini berhasil ia pertahankan pada sidang akhir.
Mahasiswa ini bernama Syarifah Fatimah Setiasih Niode atau kawan-kawanya biasa memanggil Ifa, ada pula yang memanggil Tia.
Tidak sembarangan, Ifa ini rupanya merupakan alumni SD Lab Universitas Negeri Gorontalo (UNG), alumni MTS Negeri Kota Gorontalo, alumni SMAN 3 Gorontalo, serta alumni S1 DKV UNM.
Baca juga: Lansia Terseret Arus Sungai Dengilo-Gorontalo Ditemukan Meninggal oleh Tim SAR
VIDEO: Ketua DPRD Kota Gorontalo Hardi Sidiki Jago Main Lato-lato
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Lato-lato atau orang Gorontalo menyebutnya nok-nok, tidak cuma dimainkan oleh anak-anak.
Sekelas Ketua DPRD Kota Gorontalo, Hardi Sidiki, rupanya juga 'demam' lato-lato. Dalam tayangan video yang didapatkan TribunGorontalo.com, Hardi tampak mahir memainkan lato-lato.
Video Hardi main lato-lato bahkan viral dan banyak dikomentari oleh netizen. Mereka tidak menyangka, pria yang sibuk mengurus kebijakan warga, rupanya jago main lato-lato.
(*)
Jurusan Arsitektur UNG Latih Warga Torosiaje Serumpun-Gorontalo Kelola Sampah
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Jurusan Arsitektur, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melatih warga Torosiaje Serumpun cara mengelola sampah.
Torosiaje Serumpun adalah sebutan untuk tiga desa di Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato. Terdiri dari Desa Bumi Bahari, Desa Torosiaje Jaya, dan Desa Torosiaje.
Menurut Dosen Arsitektur UNG, Sri Sutarni Arifin, kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan tahun ke-3 yang.
Sebelumnya telah dilaksanakan dari tahun 2020 dan tahun 2021 dengan tema kegiatan berbeda.
Kegiatan untuk tahun 2022 ini adalah Pelatihan pengelolaan sampah dan pembentukan kelompok pengelola sampah (Bank Sampah).
Baru Masuk Tahun 2023 Sudah Terjadi Dua Kasus Narkoba di Pohuwato-Gorontalo
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Dua kasus narkoba kembali diungkap Satreskrim Polres Pohuwato, Gorontalo di awal tahun 2023.
Kasus pertama pada tanggal 2 Januari 2023 di Desa Imbodu, Kecamatan Randangan. Pengungkapan kasus itu dipimpin langsung oleh Kasat Iptu Renly Henry Turangan.
Seorang terduga pelaku diamankan bersama narkoba jenis sabu. Terduga pelaku itu berinisial MG (24). Namun, terduga pelaku ini rupanya bukan warga Gorontalo, namun warga Desa Moutong Barat, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Lalu kasus kedua hanya berselang 4 hari. Tepatnya pada 6 Januari 2023. Tim pengamanan pos perbatasan Gorontalo-Sulteng meringkus MH (23) asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Sebelum penangkapan, tim satreskrim narkoba sudah lebih dulu menerima informasi adanya warga yang bawa narkoba dari arah Palu.
PKS dan Nasdem Gorontalo Tolak Sistem Proporsional Tertutup di Pemilu 2024
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Wacana penerapan sistem proporsional tertutup pada Pemilu 2024 mendatang, juga ditanggapi oleh sejumlah politisi di Gorontalo.
Adnan Entengo Ketua DPW PKS Gorontalo mengatakan, secara terpusat PKS bersama tujuh fraksi di DPR RI menolak adanya sistem proporsional tertutup pada pemilihan umum 2024 mendatang.
"Beberapa alasan di antaranya, wacana ini sudah ada putusan MK sebelumnya serta ini bisa jadi kembali ke Demokrasi sebelumnya." tuturnya, Senin (9/1/2023).
PKS Gorontalo lebih memilih proporsional terbuka sebab sangat demokratis terhadap penyelenggaraan pemilu di Indonesia.
"Olehnya kami menolak proporsional tertutup," tuturnya.