Peneliti Kesehatan Sebut Vape tanpa Nikotin Tetap Merusak Paru-paru
Masalahnya, jika terpapar ke monosit atau sejenis sel darah putih dalam tubuh, menyebabkan penanda biologis atau yang disebut biomaker.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Seorang peneliti kesehatan lingkungan, Irfan Rahman menyebut, vape atau rokok cair elektrik tetap merusak paru-paru, meski tak mengandung nikotin.
Menurutnya, vape dengan varian rasa buah, tetap mengandung bahan kimia. Masalahnya, jika terpapar ke monosit atau sejenis sel darah putih dalam tubuh, menyebabkan penanda biologis atau yang disebut biomaker.
Jika terjadi terus menerus, maka akan banyak sel-sel yang mati, hingga berujung pada masalah paru-paru. Sejumlah masalah paru-paru yang akan terjadi misal fibrosis, gangguan paru-paru obstruktif kronis, serta asma.
“Cairan rokok elektrik bebas nikotin umumnya dianggap aman. Namun dampak dari bahan kimia penambah rasa, terutama pada sel-sel kekebalan tubuh, belum pernah diteliti secara luas,” kata Rahman dilansir dari situs resmi Kemenkes RI, Jumat (6/1/2023).
Kata Rahman, masyarakat cenderung merasa aman ketika merokok ataupun menghirup asap vape tanpa nikotin. Padahal, vape tanpa rasa ada bahan kimia dari penambah rasa yang akan terakumulasi dalam tubuh.
Para peneliti pernah melakukan eksperiman dengan memberi paparan cairan rokok elektrik pada sel-sel paru manusia di laboratorium.
Hasilnya, sel-sel tersebut meningkatkan produksi zat-zat kimia yang menyebabkan pembengkakan dan bisa berakibat kerusakan pada paru-paru.
Racikan berbagai penambah rasa juga terlihat mengakibatkan reaksi yang lebih parah pada sel-sel, daripada menggunakan satu jenis rasa, menurut penemuan studi itu.
Di antara berbagai rasa yang ditawarkan, vanili dan kayu manis, terlihat paling beracun untuk sel-sel paru-paru.
Namun, keterbatasan studi ini adalah eksperimen yang dijalankan tidak melibatkan orang-orang yang menggunakan vaping atau rokok elektrik dan menghirup cairan elektrik itu.
Mengutip artikel yang dipublikasi mahasiswa profesi ners Unair, terdapat beberapa kandungan rokok elektrik atau vape yang mesti diketahui masyarakat.
1. Nikotin
Nikotin merupakan kandungan utama yang ada pada cairan rokok elektrik. Senyawa ini juga terdapat dalam rokok tradisional dan merupakan alasan mengapa rokok bisa membuat seseorang ketagihan.
2. Propilen glikol dan gliserol
Propilen glikol dan gliserol merupakan dua cairan pelarut yang paling umum digunakan dalam rokok elektrik. Pada rokok elektrik, propilen glikol dan gliserol berfungsi untuk membuat uap saat rokok elektrik dipanaskan.
3. Diacetyl
Diacetyl adalah senyawa yang ditambahkan ke dalam produk rokok elektrik untuk menciptakan rasa dan aroma, seperti aroma butter atau karamel. Senyawa ini sering digunakan pada popcorn instan dan aman untuk dimakan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/612023_rokok-elektrik.jpg)