Jumat, 1 Mei 2026

PDIP - Nasdem Berbalas Pantun, KSP: Menteri yang Kena Reshuffle Harus Senyum

PDIP dan Partai Nasdem saling berbalas 'pantun' soal reshuffle kabinet.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto PDIP - Nasdem Berbalas Pantun, KSP: Menteri yang Kena Reshuffle Harus Senyum
Kolase TribunGorontalo.com
Ali Mochtar Ngabalin dan Jokowi. PDIP dan Partai Nasdem saling berbalas 'pantun' soal reshuffle kabinet. Isu perombakan kabinet memang santer usai sinyal kuat dari Presiden. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - PDIP dan Partai Nasdem saling berbalas 'pantun' soal reshuffle kabinet.

Isu perombakan kabinet memang santer usai sinyal kuat dari Presiden Joko Widodo.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin pun meminta menteri yang kena reshuffle nanti supaya tetap semangat dan tersenyum.

PDI-P menyoroti kinerja menteri-menteri dari Nasdem, sebaliknya Nasdem minta politisi PDI-P tak mencampuri hak prerogatif Jokowi.

Ngabali mengatakan, ada kemungkinan perombakan Kabinet Indonesia Maju dilakukan pada Januari ini.

"(Reshuffle) Mungkin Januari ini, kita tunggu bareng-bareng ya," ujar Ngabalin saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (5/1/2023).

Menteri yang di-reshuffle jangan tersinggung Ngabalin juga memberi pesan kepada menteri-menteri yang nantinya akan di-reshuffle.

Meski tak menyebutkan nama, tapi Ngabalin meminta agar mereka tak tersinggung ketika diganti.

"Kalau nanti ada menteri yang diganti (reshuffle) harus tetap semangat dan tersenyum seperti saat awal anda dipilih. Jangan marah, jangan dongkol karena waktu anda sudah sampai disini saja," ujar Ngabalin.

"Tetap semangat dan harus berterima kasih pada presiden saat diangkat dan diberhentikan oleh beliau," katanya lagi.

Pada Kamis siang, Jokowi juga kembali memberikan jawaban singkatnya soal kemungkinan reshuffle kabinet.

"(Reshuffle bisa) Besok. Ya besok, bisa Jumat (6/1/2023), Senin bisa Selasa bisa Rabu," kata Jokowi.

Analisis Pengamat

Sinyal reshuffle kabinet menguat di awal tahun politik 2023. Analis politik memperkirakan Presiden Joko Widodo hanya akan menyisahkan satu menteri dari Partai Nasdem.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate bakal dipertahankan.

Sedangkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya Bakar bakal diganti.

Menteri Syahrul dan Menteri Siti tengah disoroti kader PDIP.

Penyebab mencuatnya isu reshuffle berawal dari deklarasi Anies Baswedan sebagai capres Nasdem.

Para analis politik berpendapat tidak etis lagi Nasdem bertahan di pemerintahan sedangkan capres yang mereka usung dianggap antitesis dengan Jokowi.

Tapi pada beberapa kesempatan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh menyatakan Nasdem tetap mendukung pemerintahan hingga 2024.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, memprediksi Jokowi akan menyisakan satu menteri dari Nasdem dalam Kabinet Indonesia Maju (KIM).

Menurut dia, dari tiga menteri yang berasal Nasdem, dua di antaranya kemungkinan akan terkena reshuffle atau perombakan kabinet.

"Satu (menteri) akan dibiarkan, karena Nasdem biar bagaimanapun saat ini hubungannya tidak bagus dengan Jokowi, tetapi masih ada regulasi Jokowi, jadi masih ada satu, rasionalisasinya seperti itu," kata Ujang kepada Kompas.com, Selasa (3/1/2023).

Ujang juga menilai dorongan PDIP yang belakangan ini meminta dua menteri dari Nasdem dievaluasi menjadi indikasi lain.

Oleh karena itu, dua dari tiga menteri asal Nasdem diprediksi benar-benar bakal diganti dalam waktu dekat. "Makanya indikasi yang diucapkan oleh PDI-P ya seperti itu, dua (dirombak)," kata Ujang.

Menurut Ujang, ada sebab dan akibat menteri dari Nasdem belakangan ini semakin santer dikabarkan bakal dirombak oleh Jokowi.

Ia menyebut deklarasi Nasdem terhadap Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) menjadi pangkal permasalahannya.

Sejak akhir 2022 hingga awal 2023 ini Presiden Jokowi sudah empat kali ditanya wartawan mengenai isu perombakan Kabinet Indonesia Maju.

Dalam keempat kesempatan tersebut, Kepala Negara hanya memberi jawaban yang singkat.

Pada 23 Desember 2022, Presiden ditanyai tanggapan tentang hasil survei terbaru dari lembaga Charta Politika yang menyebutkan mayoritas responden sepakat bila Presiden merombak kabinet Indonesia Maju.

Jokowi hanya menjawab singkat soal kemungkinan itu. "Mungkin," ujar Jokowi kepada awak media usai meresmikan Bendungan Sukamahi di Jawa Barat.

Saat awak media menanyakan apakah kemungkinan reshuffle dilakukan awal 2023, Jokowi tidak memberikan jawaban pasti. "Ya nanti," kata Jokowi menegaskan.

Isu mengenai perombakan kabinet setelah Partai Nasdem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) pada November tahun lalu.

Pencapresan itu pun mendapat reaksi dari parpol koalisi dan relawan Jokowi. Beberapa dari mereka mendukung wacana reshuffle yang menyasar menteri-menteri dari Nasdem.

Salah satu penyebabnya karena langkah Nasdem yang dinilai berseberangan dengan permintaan Jokowi.

Di sisi lain, sebagaimana disebutkan PDI-P, sosok Anies Baswedan merupakan antitesis dari pemerintah.

Selain itu, figur Anies juga kerap disebut berseberangan dengan politik Istana sehingga Nasdem dianggap seperti bermain dua kaki.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved