Kamis, 12 Maret 2026

PDIP

PDIP Desak Menteri dari Nasdem Mundur, Pengamat Politik: Anies Antitesis Jokowi

Politisi PDIP mendesak para menteri dari Partai Nasdem untuk 'gentle' mengundurkan diri dari kabinet Presiden Joko Widodo.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto PDIP Desak Menteri dari Nasdem Mundur, Pengamat Politik: Anies Antitesis Jokowi
TribunGorontalo.com/@puanmaharaniri
Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Politisi PDIP mendesak para menteri dari Partai Nasdem untuk 'gentle' mengundurkan diri dari kabinet Presiden Joko Widodo. 

"Yang kemudian menjadi sangat politis, yang tadi saya sebut suka atau tidak suka, karena sejak Nasdem mendeklarasikan Anies sebagai jagoan di 2024, sikap politik teman-teman PDIP sangat berbeda," tambah Adi.

Puncaknya terjadi saat Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat meminta agar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dievaluasi.

Adi menambahkan, apabila Nasdem tetap bertahan di pemerintahan, hal itu adalah sesuatu yang wajar karena mereka punya kontrak politik dengan Presiden Jokowi hingga 2024.

Adi juga menyebut, hal tersebut juga membuat hubungan Nasdem dan PDIP rumit dan semakin ekstrem.

"Tapi kan Nasdem punya pembelaan yang menurut saya rasional. Kontrak politik Nasdem dengan Jokowi itu kan sampai 20 Oktober 2024, bukan kontrak yang harus berakhir di awal Januari 2023," lanjutnya.

"Ini yang kemudian menjadi rumit dan menurut saya semakin ekstrem."

"Yang jelas, bagi saya adalah ini, soal Anies yang diusung Nasdem dan kemudian dinilai memang sebagai antitesa, berlawanan dengan Jokowi," ucapnya.

Menanggapi pernyataan yang menyebut PDIP sudah berubah, politikus PDIP Riezky Aprilia memberikan pandangannya.

Ia mengatakan, wajar bagi kubu PDIP sedikit curiga dengan kinerja dari menteri Nasdem dan mempertanyakan kenapa banyak target yang tidak tercapai.

Riezky juga mempertanyakan langkah Nasdem yang sudah lebih dulu mencalonkan Anies sebagai capres walau mengaku masih berkomitmen untuk mendukung Presiden Jokowi.

"Logikanya, kontrak politik kan sampai 2024, loh kenapa juga kontraknya belum tuntas tapi sudah muncul orang baru, jadi maksudnya apa? Kan mungkin begitu ya, dalam tafsir kami semua," ujarnya.

Sementara itu, Wasekjen Partai Nasdem Hermawi Taslim tak mempermasalahkan mengenai isu reshuffle di kabinet.

Ia juga mengatakan, saat ini Nasdem masih berada di satu koalisi untuk tetap mendukung Presiden Jokowi hingga masa jabatannya berakhir di 2024.

"Bisa dilihat ya, seluruh menteri kami bekerja optimal dan itu kan selalu dievaluasi oleh kepresidenan dan KSP," ucap Hermawi.

"Bisa dilihat partai kami bekerja di parlemen. Masih jadi satu dengan koalisi. Jadi intinya, kami berkomitmen dengan Pak Jokowi sampai 2024," imbuhnya.

(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved