Minggu, 8 Maret 2026

Jokowi Hentikan PPKM Mulai Jumat Hari Ini, Kemenkes Umumkan 9 Kasus Omicron

Mulai Jumat 30 Desember 2022 hari ini, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dihentikan.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Jokowi Hentikan PPKM Mulai Jumat Hari Ini, Kemenkes Umumkan 9 Kasus Omicron
Kolase TribunGorontalo.com
Jokowi dan ilustrasi Omicron. Mulai Jumat 30 Desember 2022 hari ini, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dihentikan. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Mulai Jumat 30 Desember 2022 hari ini, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dihentikan.

Keputusan itu disampaikan Presiden Joko Widodo. Saat pemberhentian PPKM, Kementerian Kesehatan mengumumkan sembilan kasus subvarian Omicron BF.7 merupakan transmisi lokal.

"Lewat pertimbangan-pertimbangan yang berdasarkan angka-angka yang ada maka pada hari ini pemerintah memutuskan untuk mencabut PPKM," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (30/12/2022).

Jokowi beralasan, situasi pandemi Covid-19 di Indonesia sudah melandai, berkaca dari kasus harian Covid-19 pada 27 Desember 2022 yang hanya 1,7 kasus per 1 juta penduduk.

Ia menyebutkan, positivity rate mingguan juga sudah berada di angka 3,3 persen, kemudian bed occupancy rate 4,79 persen, serta angka kematian 2,39 persen.

Angka tersebut, kata Jokowi, berada di bawah standar Badan Kesehatan Dunia sehingga pemerintah memutuskan untuk menghentikan PPKM.

"Jadi tidak ada lagi pembatasan kerumunan dan pergerakan masyarakat," kata dia. Adapun pencabutan PPKM ini akan dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 50 dan 51 Tahun 2022.

Ada 15 Kasus BF.7 di Indonesia

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyatakan, sembilan kasus subvarian Omicron BF.7 merupakan transmisi lokal.

Sedangkan, sisanya merupakan kasus impor. Adapun hingga kini, kasus BF.7 di Indonesia mencapai 15 kasus.

"Sembilan kasus (merupakan transmisi lokal), tidak ada riwayat perjalanan luar negeri," kata Nadia melalui pesan singkat, Jumat (30/12/2022).

Nadia menyatakan, semua kasus itu dinyatakan sembuh setelah menjalani isolasi mandiri (isoman). Gejala yang dialami penderita sama dengan flu, seperti batuk, demam, pilek, dan sakit tenggorokan.

Ada pula pasien yang mengalami anosmia atau sulit mencium bau dan ada yang mengeluhkan nyeri perut, mual, dan muntah.

Nadia mengungkapkan, kasus tersebut ditemukan sejak bulan Oktober 2022 yang menyebar di beberapa provinsi.

"(Kasus yang ada di) Jakarta tujuh (kasus), Jawa Barat satu kasus, dan Bali tujuh kasus," ucap dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved