Dua Lansia Ini 32 Tahun Jualan Sapu Ijuk Mampu Sekolahkan 3 Anak
Meski tidak banyak, namun rupanya penghasilan itu mampu menyekolahkan 3 anaknya tersebut.
Penulis: Redaksi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/27122022_sapu-ijuk.jpg)
Reporter: Sri Aprilia Mayang
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Sepasang suami istri di Desa Ulapato, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo hidup bersama 32 tahun dengan berjualan sapu ijuk.
Dari serabut pohon enau, bambu dan tali rapia, keduanya bersama 3 orang anak, bertahan hidup.
Meski tidak banyak, namun rupanya penghasilan itu mampu menyekolahkan 3 anaknya tersebut.
Bahkan hingga ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
Kedua sepasang suami istri itu adalah Tina dan Umar. Hidup dengan keterbatasan di rumah berukuran 3x4 meter.
Sebetulnya, Tina berniat untuk menyekolahkan ketiga anaknya hingga bangku kuliah. Apa daya, penghasilan dari penjualan sapu ijuk tak cukup.
"Walaupun hanya pengrajin sapu, saya ingin sekolahkan anak-anak kuliah sampai sarjana, tapi mereka bilang Sudahlah mah, saya bekerja saja," tutur Tina.
Tina dan suami mampu memproduksi 50 sapu ijuk per hari. Belakangan mereka mulai banjir orderan hingga 100 per hari.
Karena sudah 32 tahun membuat ijuk, tangan Tina kini sangat telaten. (*)