Senin, 23 Maret 2026

PEMPROV GORONTALO

Hamka Hendra Noer Tak Hadiri Musda ORARI Karena Temani Wasekjen Asian Sepaktakraw Federation

Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Masran Rauf menjelaskan, kegiatan Musda ORARI sejatinya sudah masuk dalam tentatif pimpinan. 

Tayang:
zoom-inlihat foto Hamka Hendra Noer Tak Hadiri Musda ORARI Karena Temani Wasekjen Asian Sepaktakraw Federation
istimewa
Penjagub Hamka Hendra Noer saat menemani kunjungan Wasekjen Asian Sepaktakraw Federation (ASTAF) bersama atlet sepaktakraw Gorontalo, pada pelaksanaan ASIAN Sepaktaraw Championship di Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Kebetulan kunjungan Wasekjen ASTAF ini bertepatan dengan kegiatan ORARI sehingga gubernur tidak sempat menghadiri giat tersebut. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Bukan tidak menghargai undangan Musyawarah Daerah (Musda) Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Gorontalo, ketidakhadiran Pj Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer semata karena memiliki agenda lain. 

Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Masran Rauf menjelaskan, kegiatan Musda ORARI sejatinya sudah masuk dalam tentatif pimpinan. 

Padatnya acara Penjabat Gubernur hari itu membuat Musda ORARI harus diwakilkan kepada Asisten III.

“Namanya kan tentatif jadi masih bisa berubah. Kebetulan di waktu yang sama, Pak Penjagub harus menemani kunjungan Wasekjen Asian Sepaktakraw Federation (ASTAF) untuk meninjau lokasi rencana pelaksanaan ASIAN Sepaktakraw Championship di Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Jadi acara ORARI diwakilkan ke Pak Asisten III,” jelas Masran, Kamis (22/12/2022).

Kehadiran Wasekjen ASTAF perlu didampingi karena terkait kesiapan dan komitmen Gorontalo sebagai tuan rumah ASIAN Sepaktakraw Championship 2023.

Even ini menjadi pertaruhan daerah yang baru pertama kali menggelar acara olahraga bertaraf internasional.

“Beliau sebetulnya ingin hadir di semua acara, tapi memang agenda yang padat sehingga harus diwakilkan ke pejabat lain. Perlu juga diingat, bahwa Penjagub tidak punya wakil sehingga pendelegasian tugas langsung ke Penjabat Sekda, Asisten dan seterusnya,” beber Masran.

Mantan Kepala Biro Humas dan Protokol itu memastikan pemerintah provinsi berupaya untuk memberikan perhatian dan pelayanan yang sama untuk semua pihak. 

Kehadiran pejabat yang ditunjuk sejatinya sudah merepresentasikan kehadiran Penjabat Gubernur. Hasil pelaksanaan acara atau aspirasi yang berkembang dalam setiap pertemuan akan dilaporkan secara lisan atau tertulis kepada pimpinan tertinggi.

“Jadi tidak berarti acara yang diwakilkan kepada pejabat lain tidak penting, tidak seperti itu. Keterbatasan waktu pimpinan membuat beliau harus memilih acara apa yang akan dihadiri. Kami memohon maaf jika tidak semua acara bisa beliau hadiri,” katanya.

Sebelumnya, ketidakhadiran Penjabat Gubernur Gorontalo di acara Musda ORARI menuai sorotan di sejumlah media. 

Ketua ORARI sekaligus Anggota DPRD Adhan Dambea mengaku kecewa karena acaranya diwakilkan ke Asisten III. advertorial (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved