Sering Terjaring Razia, Gelandangan dan Pengemis Terbanyak Berasal dari Kabupaten Gorontalo
Tahun 2022 ini, pihaknya bersama Satpol PP melakukan razia dan berhasil menjaring 23 gepeng di Kota Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/20122022_gelandangan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Dinas Sosial Kota Gorontalo mencatat, terbanyak gelandangan dan pengemis (gepeng) yang terjaring razia berasal dari Kabupaten Gorontalo.
Tahun 2022 ini, pihaknya bersama Satpol PP melakukan razia dan berhasil menjaring 23 gepeng di Kota Gorontalo.
Kata Herniwati Sumaga pegawai Dinsos, dari 23 gepeng itu, 11 orang asal Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango berjumlah 4 orang, Pohuwato 2 orang, dan Kota Gorontalo 6 orang.
Artinya, dari hampir semua gepeng di kabupaten Se-Gorontalo, ada di Kota Gorontalo. Hanya saja, dari Kabupaten Gorontalo terbanyak menyumbang gepeng, bahkan mengalahkan tuan rumah.
Meski begitu, Herniwati cukup senang, sebab jumlah gepeng yang terjaring razia tahun 2022 ini, lebih sedikti dari tahun sebelumnya. Ini bisa saja mengindikasikan jika Kota Gorontalo mulai bebas gepeng.
"Tahun ini alami penurunan, tahun sebelumnya di 2021 berjumlah 29 orang, sementara tahun 2022 tinggal 23 orang." jelasnya.
Namun dinsos tidak akan berhenti menertibkan gepeng di ibu kota provinsi tersebut. Setiap bulan, pihaknya turun razia bersama polisi dan TNI.
Biasanya, setiap gepeng yang terjaring, akan diidentifikasi dan didata, lalu dirujuk ke rumah singgah. Pihak dinsos akan melakukan edukasi dan assesment. Dinsos juga menelusuri keluarga mereka.
"Terus berulang pola ini karena di Provinsi Gorontalo sampai hari ini belum ada panti rehabilitasi Sosial," katanya.(*)