Kamis, 19 Maret 2026

Arti Kata

Mengenal Apa Itu Paes Ageng, Riasan Erina Gudono saat Acara Pernikahan dengan Kaesang Pangarep

Simak makna simbolis dari Paes Ageng Yogyakarta, riasan Erina Gudono saat melangsungkan akad nikah dan upacara panggih dengan Kaesang Pangarep.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Mengenal Apa Itu Paes Ageng, Riasan Erina Gudono saat Acara Pernikahan dengan Kaesang Pangarep
Instagram @erinagudono
Kaesang Pangarep dan Erina Gudono setelah melangsungkan akad nikah di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (10/12/2022) sekitar pukul 13.30 WIB. Erina Gudono dirias dengan gaya Paes Ageng, apa itu? simak juga makna simbolisnya. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Penampilan anggun Erina Gudono dalam pernikahannya dengan Putra Bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep pada Sabtu (10/12/2022) menyita perhatian publik.

Dalam acara akad nikah dan upacara panggih dengan Kaesang Pangarep di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu, Erina Gudono memakai baju adat Jawa dilengkapi riasan gaya Paes Ageng Yogyakarta.

Apa Itu Paes Ageng?

Dilansir TribunGorontalo.com dari aks-akk.ac.id, Paes Ageng adalah jenis riasan atau make-up dari Yogyakarta.

Gaya Paes Ageng banyak mengandung makna simbolis yang mempunyai pengharapan kelak pengaantin menjalani kehidupanya yang baik.

Baca juga: Luhut hingga Maruf Amin Kenakan Blangkon di Pernikahan Kaesang-Erina, Apa Itu Blangkon?

Pada upacara panggih Pengantin Yogya Paes Ageng pengantin wanita menggunakaan busana keprabon dengan rias wajah yang disebut Paes Ageng.

Busana keprabon putri terdiri dari kampuh dengan tengahan putih, udhet cinde, nyamping cinde, memakai lima buah cunduk mentul, pethat gunungan, ceplok jebehan sritaman, kelat bahu, buntal, kalung atau sangsang sungsun, gelang atau binggel kana dan beberapa aksesoris yang disebut Raja Keputren.

Keseluruhan tata rias wajah yang disebut Paes Ageng mengandung sejumlah makna simbolis yang mencerminkan keagungan, ketenangan dan kedewasaan.

Dalam istilah seni paes digambarkan sebagai “Wanda Luruh“ yang berarti pandangannya luruh/turun kebawah.

Simbol-simbol tersebut tercermin dalam bentuk cengkorongan atau bisa disebut paes dalam bentuk penunggul, pengapit, penitis dan godeg.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Bleketepe yang Bakal Dipasang di Pernikahan Kaesang dan Erina, Makna hingga Sejarah

Makna Riasan dalam Paes Ageng

Erina Gudono saat melangsungkan akad nikah di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (10/12/2022)
Erina Gudono saat melangsungkan akad nikah di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (10/12/2022) (Instagram @erinagudono)

1. Penunggul

Penunggul terletak di bagian tengah dahi berbentuk seperti potongan daun sirih yang melintang.

Penunggul ini berbentuk meruncing yang merupakan lambang dari antifik atau meru atau gunung (lambang
TRIMURTI: Shiwa, Wishnu, Brahma)

Di bawah penunggul di antara mata agak keatas sedikit diberi citak yang berbentuk belah ketupat terbuat dari daun sirih.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Siraman, Prosesi Adat Jawa yang Bakal Dilakoni Kaesang dan Erina Jelang Pernikahan

2. Kinjengan

Di tengah penunggul ada hiasan berbentuk belah ketupat disebut dengan kinjengan.

Disebut kinjengan karena merupakan hiasan berbentuk belah ketupat dan kiri kanannya ada bentuk segitiga sebagai sayap.

Kinjengan berasal dari istilah capung dan menggambarkan makna usaha yang tak kenal berhenti.

Baca juga: Hadiri Akad Nikah Putra Jokowi, Begini Nasihat Maruf Amin untuk Kaesang Pangarep dan Erina Gudono

3. Alis Menjangan Ranggah

Alis berbentuk menjangan ranggah.

Menjangan atau rusa adalah bintang yang amat cekatan.

Makna alis menjangan ranggah yang berbentuk menyerupai tanduk rusa itu ialah dapat mengatasi dan menghadapi serangan buruk dari berbagai arah.

Baca juga: Disebut Pakai Baju Adat Papua Asal-asalan, Kaesang dan Erina Dinilai Apropriasi Budaya, Apa Itu?

4. Jahitan Mata

Di sekitar mata diberi gambaran yang disebut dengan jahitan mata.

Disebut jahitan mata karena merupakan riasan atau garis mata dari sudut mata mengarah ke pangkal penitis.

Makna dari riasan jahitan mata yakni memperjelas penglihatan dan berfungsi sebagai penyaring baik dan buruk.

Baca juga: Jokowi Sebut Kaesang Lakukan Pingitan di Kantor Jelang Menikahi Erina Gudono, Apa Itu Pingitan?

5. Pengapit

Disebut pengapit karena merupakan bentuk paes yang berada di kiri dan kanan penunggul.

Pengapit ini berbentuk ngudup kantil yaitu bunga kantil yang belum mekar dan dibagian ujung berbentuk sedikit runcing.

Dalam pola paes lekukan ini mengapit penunggul.

Pengapit mengandung arti pendamping kanan dan kiri.

Filosofinya adalah terkadang walaupun manusia menjadi manusia sempurna yaitu baik segalanya.

Tetapi apabila terpengaruh oleh sifat buruk dari pendampingnya sebelah kiri yaitu istrinya atau suaminya maka akan tersesat juga.

Pengapit melambangkan pendamping kanan dan kiri, harus berperan sebagai Penyeimbang dan pemomong setia.

Baca juga: Apa Itu Paringgitan? Terkait Pantangan dalam Pernikahan Kaesang dan Erina di Pura Mangkunegaran

6. Penitis

Disebut penitis karena merupakan bentuk paes yang berada di atas godheg atau terletak di sebelah kiri dan kanan pengapit.

Dalam pola paes lekukan ini berada paling luar.

Bentuk penitis ini seperti potongan daun sirih tetapi lebih kecil ujungnya sedikit melengkung.

Makna simbolis dari penitis adalah kearifan adan jarapan agar kedua mempelai mencapai tujuan yang tepat.

7. Godheg

Disebut Godheg lantaran merupakan bentuk paes yang memperindah cambang.

Godheg berbentuk melengkung ke belakang menyerupai ujung pisau (mangot) yang mengandung arti bahwa seseorang harus mengetahui asal-usulnya.

8. Citak

Disebut citak (pasu atau cipta) karena merupakan hiasan yang terletak di tengah dahi diantara dua alis yang berbentuk belah ketupat terbuat dari daun sirih.

Citak ini memiliki arti simbolis yakni pusat dari seluruh daya cipta manusia.

9. Kertep dan Prodo

Kertep dan Prodo merupakan hiasan sebagai keindahan dan pengisi bidang pengapit, penunggul, penitis yang latarnya warna hitam pekat.

Kertep biasanya berwrna kuning yang bentuknya menyerupai piring gepeng (biasa untuk hiasan pada baju).

Kertep dan Prodo dalam Paes Ageng, melambangkan keindahan.

Selain itu, pengantin dengan riasan Paes Ageng juga menggunakan asesoris atau perhiasan atau disebut Raja Keputren yang terdiri dari:

a. Sisir gunungan atau pethat yang melambangkan keagungan Tuhan dengan segala ciptaanNYA seperti
gunung, air, tanah, tumbuhan, binatang yang menjdi sumber kehidupan manusia.

b. Cunduk Mentul sebagai hiasan kepala berjumlah lima buah.

Cunduk Mentul merupakan gambaran sinar matahari yang berpijar memberi kehidupan.

Cunduk Mentul berjumlah ganjil (5 buah) dengan melambangkan sesuatu yang serba lebih atau sarwo linuwi.

c. Sumping dari ron kates atau daun pepaya, dibagian tengahnya diberi prodo sebagai hiasan pada telinga pengantin wanita.

Sumping untuk pengantin pria disebut sumping mangkara yang terbuat dari emas atau sekarang terbuat dari logam kuningan atau bahan untuk memebuat perhiasan.

d. Gelang dua buah atau disebut binggel kan yang berbentuk melingkar.

e. Kalung bersusun tiga atau disebut sangsangan sungsun.

f. Kelat bahu atau hiasan lengan berbentuk naga melingkar

g. Subang adalah hiasan yang dikenakan pada daun telinga kiri dan kanan, sebagai simbol meningkatnya pengetahuan manusia melalui telinga kiri dan kanan.

h. Centung ialah hiasan sejenis sisir yang ujungnya melengkung dan dipasang pada pangkal penunggul.

Simbol dari centung yakni kesempurnaan manusia untuk menyatu dengan Allah.

i. Pending/slepe atau ikat pinggang yang menjadi simbol peringatan bagi manusia agar dapat mengendalikan nafsu
birahi.

Terdapat juga bunga dan aksesoris antara lain sebagai berikut:

- Ceplok Jebehan: berbentuk bunga mawar dan berwarna merah, kuning, dan hijau.

Ceplok jebehan yaitu bunga mawar tiruan yang diletakkan di sebelah kanan dan kiri sanggul (jebehan) dan ditengah sanggul (ceplok).

- Roncen bunga melati yang terdapat pada Pengantin Yogya Paes Ageng antara lain Rajut melati dan gajah ngoling, serta Roncen Buntal.

Gajah ngoling ini terbuat dari roncean bunga melati yang diisi dengan irisan daun pandan, bentuknya panjang bulat.

Di bawah sanggul bokor mengkurep agak sebelah kanan sedikit ada koncer dari bunga melati yang disebut gajah
ngoling.

Gelung atau disebut juga sanggul dibuat menyerupai bentuk bokor mengkurep yang di dalamnya
diisi irisan daun pandan yang diberi rajut agar dapat menyatu.

Sanggul tersebut ditutup dengan rajut melati yaitu rajut yang terbuat dari bunga melati yang masih kudup atau belum mekar.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved