Jumlah Penumpang Kapal Ferry Tujuan Gorontalo-Sulteng Dipangkas, Ini Sebabnya
Mujadi Martosukadi, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo mengatakan,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/16122022_pelabuhan-penyeberangan-gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Jumlah penumpang kapal ferry tujuan Gorontalo-Luwuk, Sulawesi Tengah (Sulteng) dipangkas nyaris 80 persen.
Mujadi Martosukadi, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo mengatakan, penumpang kapal dibatasi hanya 196 orang. Kendati, sebelumnya jumlah per satu kali jalan mencapai 420 orang.
"Benar sekali untuk tiket penumpang kapal penyeberangan Gorontalo dibatasi 196 orang,” kata Mujadi.
Menurutnya, aturan itu sudah sesuai evaluasi yang dilakukan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) sebagai satu-satunya badan usaha yang diberi kewenangan oleh Pemerintah Indonesia untuk mengklasifikasi kapal niaga berbendera Indonesia.
Kata Mujadi, alasan BKI memangkas jumlah penumpang karena mempertimbangkan kestabilan kapal. BKI katanya sudah meninjau langsung pelabuhan penyeberangan Gorontalo.
Kabar baiknya, kapal ferry Gorontalo menambah frekuensi trip. Jika biasanya seminggu dua kali, kini jadi seminggu tiga kali. Yakni Senin, Kamis, dan Sabtu.
Ada dua kapal yang melayani penyeberangan ke Sulawesi Tengah. Dua kapal itu yakni KMP Monti dan KMP Tuna Tomini.
KMP Mointi berangkat setiap 8 malam sesuai jadwal. Lalu tiba pagi hari di Pagimana, Sulteng.
Sementara untuk KMP Tuna Tomini tujuan Wakai dan Ampana, berangkat setiap jam 5 sore.
Perlu diketahui, jika pemangkasan penumpang hanya berlaku untuk kapal tujuan Pagimana, Sulteng. Sementara Wakai dan Ampana, sesuai kapasitasnya, yakni 300 penumpang.
Pembelian tiket untuk dua kapal ferry ini sudah bisa dilakukan secara online melalui aplikasi e-ticketing. Penerapan e-ticketing sudah dilakukan sejak jauh hari. (*)