Opini

Solusi untuk Masalah yang Dihadapi Tenaga Pendidikan Paud di Gorontalo

Karena itu, kami mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Paud, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melakukan observasi di sejumlah

Editor: Wawan Akuba
Ilustrasi Istimewa
Anak usia dini. 

Penulis: Hawaria Adam, Hizra Qoristiva, Nanda Anjani A, Sri Wahyuningsih Mustafa

DATA Unesco dalam Global Education Monitoring Report 2016 menunjukkan, bahwa pendidikan di Indonesia menempati peringkat ke 10 dari 14 negara berkembang.

Sedangkan kualitas guru di Indonesia berada di peringkat ke 14 dari 14 negara berkembang.

 Data yang disajikan tersebut tentu saja membuat prihatin karena pendidikan adalah sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang kemudian akan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat Indonesia khususnya. 

Dari data tersebut dapat ditarik kesimpulan juga bahwa pemerintah harus lebih memperhatikan dan meningkatkan pendidikan serta pengembangan profesionalisme guru agar menjadi guru yang efektif.

Karena itu, kami mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Paud, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melakukan observasi di sejumlah lembaga pendidikan Paud di Gorontalo. 

Dalam observasi yang merupakan tugas mata kuliah pendidikan anak yang diampu dosen Sri Rawanti S.pd, M.pd itu, kami menemukan sejumlah permasalahan di lembaga pendidikan Paud di Gorontalo. 

Masalah itu seperti perilaku guru, proses pembelajaran, serta cara mengajarnya. Permasalahan itu terjadi karena tenaga pendidik yang kurang paham dengan pendidikan anak usia dini. Pada dasarnya anak usia dini harus dibekali dengan pendidikan atau pengetahuan yang baik.

Dengan demikian, ada faktor yang dapat membuat seorang guru menjadi guru yang efektif. Misalnya  mengetahui pokok mata pelajaran dan menguasai kemampuan mengajar. 

Untuk mengajar dengan efektif guru tidak hanya harus mengetahui pokok mata pelajaran karena guru bukan ensiklopedia berjalan, melainkan mereka harus dapat menyampaikan pengetahuan mereka kepada siswa.

Sehubungan dengan hal ini, Undang-undang no 14 tahun 2005 menjelaskan tentang kompetensi yang harus dimiliki oleh guru. 

Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. 

Terdapat 4 kompetensi yang harus dimiliki guru yaitu pedagogik, professional, kepribadian dan sosial.

Empat kompetensi tersebut merupakan sebuah tuntutan untuk dikuasai semaksimal mungkin oleh guru, sehingga dapat mencapai tingkat guru yang profesional dan memperbaiki kualitas guru yang disebut sebagai salah satu aspek penting dalam pendidikan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved