Ini Lima Isu Tuntutan Aksi FSPMI Gorontalo Besok Kamis 15 Desember 2022

150 massa aksi dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Gorontalo gelar Parlemen jalanan besok (15/12/2022) di Menara Limboto.

Penulis: Risman Taharuddin | Editor: Dinie S Awwali
TribunGorontalo.com
Flyer aksi FSPMI besok Kamis (15/12/2022) di Menara Limboto. 

TribunGorontalo.com, Gorontalo - 150 massa aksi dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Gorontalo gelar Parlemen jalanan besok (15/12/2022) di Menara Limboto Kabupaten Gorontalo.

Meyske Abdullah Ketua FSPMI Gorontalo mengatakan, aksi Parlemen jalanan besok nanti bernama Aksi Karnaval Class Pekerja. Kegiatan tersebut ialah aksi damai, dan gerakan sesuai instruksi DPP FSPMI yang digelar secara serentak se Indonesia.

"Carnaval Clas pekerja atau kebangkitan kelas pekerja ini digelar sebagai momentum pengumuman Partai Buruh, kami hanya ingin menyampaikan ke masyarakat, partai class itu telah ada," tuturnya.

Ketua FSPMI itu mengungkapkan, terdapat lima tuntutan pada aksi yang digelar esok hari. Diantaranya, cabut omnibus law, tolak upah murah, hapus Outsourcing, Jaminan sosial untuk rakyat dan laksanakan pemilu jujur dan adil.

Massa Aksi itu tergabung dari pengurus FSPMI, Partai Buruh serta elemen masyarakat, dikarenakan besok adalah hari kerja, pihaknya tidak memaksakan anggota serikat buruh turun ke jalan.

"Karena besok adalah aksi carnaval, sehingganya kami tidak memasukkan isu daerah," tuturnya.

141222-Meyske
Meyske Abdullah Ketua FSPMI Gorontalo

Lanjutnya, aksi Parlemen jalanan itu berawal dari kantor DPW FSPMI dan dilanjutkan ke Kabupaten Gorontalo. Orasinya berlangsung di Menara Limboto dan kembali ke Kota Gorontalo.

Aksi kali ini FSPMI tidak menargetkan titik orasinya berlangsung di DPRD bahkan ke Kantor Gubernur Provinsi Gorontalo, sebab aksi ini damai yang menyampaikan kebangkitan atas kelas pekerja.

Gerakan ini sebagai informasi kepada masyarakat, bahwa partai kelas pekerja telah bangkit, walaupun sebenarnya Partai Buruh adalah partai yang lahir dari FSPMI, kenapa partai ini ada karena kekalahan terbesar rakyat ada di Omnibus Law. sehingganya buruh dan rakyat harus berada di dalam parlemen.

"Jika tidak ada Partai Buruh di dalam sistem, maka tidak ada gunanya aksi-aksi yang kita lakukan sejauh ini." pungkasnya. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved