Opini

Curhat Mengenai Sistem Kebersihan di Gorontalo Utara

Tulisan ini sedikit panjang, tapi bagi yang diberikan kenikmatan membaca dari Tuhan, pasti membacanya.

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Tumpukan sampah di Gorontalo Utara. 

Oleh: Sandy Syafrudin Nina, warga asli Gorontalo Utara

Tulisan ini sedikit panjang, tapi bagi yang diberikan kenikmatan membaca dari Tuhan, pasti membacanya.

Kemarin pagi, saat cahaya matahari mulai menyentuh setiap dedaunan lembut yang tumbuh secara teratur di batang pohon, lalu menembus tumbuhan-tumbuhan liar lainnya dengan cahaya. 

Saya memantau jumlah perahu-perahu di laut dari ketinggian puncak; adalah laut kekayaan terindah yang dimiliki Gorontalo Utara.

Saya tinggal di Gorontalo Utara, tidak begitu jauh dari pusat pemerintahan kabupaten ini. Tepatnya di sebuah kecamatan baru, hasil pemekaran dari kecamatan yang di atas tanahnya pusat pemerintahan dibangun. 

Kecamatan Kwandang, begitulah orang-orang menyebutnya. Dari tempat saya tinggal, gampang saja untuk mengakses setiap jalan menuju keramaian.

Termasuk mengakses jalan bypass Kwandang. kalau bicara soal jalan ini, mungkin masyarakat sudah berada di titik "terserah pemerintah" saja, sebab memang jalan ini belum juga selesai dibangun. 

Tapi tulisan kali ini bukan untuk mengkritik pemerintah yang entah kenapa dalih dari tidak dilanjutkan pengerjaan jalan itu adalah anggaran yang tidak cukup, berarti ilmu forecasting atau prediksi pengerjaan memang tidak sesuai.

Jalan yang menampilkan dataran sawah yang begitu luas, menjadi pilihan bagi banyak masyarakat di hari libur, untuk sekadar jalan, lari, atau hal-hal yang bisa menyehatkan badan. 

Kalau di kota-kota besar mungkin jalan bypass Kwandang sudah jadi pilihan car free day, masyarakatnya bebas melakukan aktifitas yang tak perlu khawatir kendaraan lalu-lalang.

Tapi lain halnya di jalan bypass Kwandang, selain jalannya sudah rusak parah, juga dijadikan tempat pembuangan sampah secara liar. Kawan-kawan mungkin bisa lihat foto yang saya ambil saat kembali mendatangi jalan bypass Kwandang kemarin tanggal 12 Desember, yang terakhir kali saya pergi untuk menghirup udara di sana sekitar 5-6 bulan lalu. 

Banyak hal yang berubah; yang paling menonjol adalah sampah-sampah yang bertumpuk.

Menyoal soal sampah di jalan ini, menurut saya ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan bagi masyarakat dan pemerintahnya:

1. Barangkali memang, masyarakat yang di sekitar jalan itu, atau masyarakat yang gampang mengakses jalan bypass Kwandang, mereka merasa tak ada prosedur pembersihan untuk sampah-sampah keluarga. Kalau di beberapa wilayah kan, ada truk sampah, atau apalah yang khusus untuk mengumpulkan setiap sampah di masing-masing rumah.

Halaman
12
  • Tribun Shopping

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved