Penderita Diabetes Melitus di Gorontalo Wajib Tahu, Stres Bisa Picu Gula Darah Naik
Ketika seseorang didiagnosa menderita diabetes melitus karena faktor genetik, biasanya mereka akan mengalami stres.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/10122022_diabetes.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Dosen Pembimbing Keperawatan Komunitas dan keluarga (KKG), Mihrawaty S Antu mengatakan, stres bisa jadi pemicu meningkatnya angka gula darah.
Ketika seseorang didiagnosa menderita diabetes melitus karena faktor genetik, biasanya mereka akan mengalami stres.
"Gula darahnya naik, dia stres maka tambah naik lagi," ujar Mihra, Sabtu (10/12/2022).
Kemudian, penderita diabetes melitus itu juga bisa disebabkan gaya hidup, seperti makanan mengandung gula, merokok, atau miras.
"Apalagi sekarang piala dunia ya. Ada yang kalah taruhan, lantas dia stres. Gula darahnya naik lagi," ucap dosen keperawatan jiwa tersebut.
Adapula kenaikan kadar gula darah karena faktor kehamilan hanya bersifat temporer (sementara).
Selanjutnya, faktor pemicu gula darah naik akibat kerusakan di pankreas yang memproduksi insulin.
"Ketika kinerja insulin ini terhambat, itu menyebabkan gula darah naik," ucapnya.
Biasanya kerusakan pankreas terjadi pada penderita diabetes melitus tipe 1. Sementara, penderita tipe 2 kebanyakan berawal dari gaya hidup tidak sehat.
Diabetes Melitus (DM) memang masih menjadi momok bagi masyarakat Indonesia.
Betapa tidak, mayoritas masyarakat di Indonesia banyak mengonsumsi makanan mengandung gula seperti nasi, hingga minuman soda.
Menurut Ketua DPW InWocna Provinsi Gorontalo, Ns Muh Yusuf yang wajib dihindari bagi penderita diabetes melitus adalah luka.
Sebab, penyakit ini bisa menghambat proses penyembuhan luka.
"Ketika dia tertusuk paku, kemudian aliran darahnya tidak bagus, akhirnya luka lama sembuh," kata Ners Yusuf.
Karena itu, dia menyarankan agar masyarakat selalu mengontrol gula darah, menjaga pola makan, gaya hidup sehat, dan rutin berolahraga.