Rabu, 4 Maret 2026

Jelang Akhir Tahun, Serapan Anggaran Pemprov Gorontalo Masih di Bawah Target

Angka ini masih di bawah target. Sebab, target yang diharapkan pada November 2022, serapan anggaran harusnya berada di angka 80 persen.

zoom-inlihat foto Jelang Akhir Tahun, Serapan Anggaran Pemprov Gorontalo Masih di Bawah Target
TribunGorontalo.com
Penjagub Hamka didampingi Pejabat Sekdaprov Gorontalo Syukri Botutihe dan Asisten II Sultan Rusdi saat memimpin rapat bersama pimpinan OPD. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Biro Pemerintahan dan Ekonomi Pembangunan membeberkan penyerapan anggaran Pemerintah Provinsi Gorontalo sampai dengan 9 Desember sebesar 76,98 persen.

Angka ini masih di bawah target. Sebab, target yang diharapkan pada November 2022, serapan anggaran harusnya berada di angka 80 persen.

Angka inilah yang jadi perhatian serius Penjabat Gubernur Hamka Hendra Noer. Memasuki akhir tahun 2022, Hamka meminta seluruh pimpinan OPD untuk segera menggenjot dan merealisasikan anggaran.

“Ini artinya banyak program atau kegiatan yang belum terlaksana sesuai target. OPD – OPD yang belum melampaui target, sebelum tanggal 15 Desember harus bisa capai di angka 80 persen. Tentu ini perlu kerja ekstra dari pimpinan OPD, tolong setiap hari dipacu serapan anggarannya,” kata Hamka, Jumat (9/12/2022).

Untuk meraih angka 80 persen, kata Sultan Kelupe, dibutuhkan penggunaan anggaran sekitar Rp 61 miliar. 

Adapun beberapa OPD yang masih menyisakan anggaran yang cukup besar adalah Dikbudpora, Dinas PUPR, Badan Keuangan, Dinas Kesehatan dan Sekretariat DPRD.

Ada pula RS Ainun Habibie, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kominfo dan Biro Umum.

“Contohnya PU dan Dikbudpora segera percepat paket pekerjaan, baik yang bersumber dari dana APBD, DAK dan APBD-P, maupun paket pekerjaan yang dibiayai melalui PEN. Jika ada hal-hal yang krusial segera selesaikan, sehingga serapan anggaran dapat dioptimalkan,” ujar Hamka.

Namun Hamka juga berterimakasih kepada pimpinan OPD yang telah ikut bekerja keras menjaga inflasi Provinsi Gorontalo. 

Beberapa upaya yang telah (atau) akan dilakukan hingga akhir 2022 untuk menjaga stabilitas inflasi yaitu, gerakan masyarakat menanam cabai, pelaksanaan operasi pasar murah di Kabupaten/Kota, operasi pasar murah yang dilaksanakan oleh Dinas Kumperindag, serta penyerahan BLP3G Bantuan Langsung Pangan (Bansos).

“Hal ini penting karena setiap minggu di evaluasi oleh Menteri dalam negeri. Begitu pula dengan realisasi anggaran kita. Sekali lagi saya harapkan tuntaskan semua sebelum batas waktu,” tandasnya.advertorial (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved