Masuk Hari Kedua Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pendamping Desa, Peserta Kumpulkan PR
Memasuki hari kedua pelatihan peningkatan kapasitas pendamping desa, peserta mengumpulkan Pekerjaan Rumah (PR) yang telah diberikan oleh fasilitator.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Dinie S Awwali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/91222-kelompok-4.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Memasuki hari kedua pelatihan peningkatan kapasitas pendamping desa, peserta mengumpulkan Pekerjaan Rumah (PR) yang telah diberikan oleh fasilitator di masing-masing kelas, Jumat (9/12/022).
Pelatihan peningkatan kapasitas pendamping desa yang digagas oleh Kemendes PDTT ini diselenggarakan di dua hotel berbeda, yakni Grand Q dan Amaris.
Telah dibagi empat kelas untuk pelatihan kali ini. Kelas 1 - 2 dua berada di Hotel Grand Q, sedangkan 3 - 4 di Amaris.
Pada pelatihan, kelas 3 mengerjakan PR berupa visi misi desa. Dalam hal ini peserta ditugaskan membuat visi misi melalui sudut pandang masing-masing peserta.
Untuk menyelesaikan PR tersebut, fasilitator membuat kelompok yang telah dilaksanakan pada hari pertama pelatihan.
Pantauan TribunGorontalo.com, sebelum memasuki materi selanjutnya pada pelatihan hari kedua, tiap kelompok sementara membahas visi misi tersebut di kelasnya.
Menurut fasilitator Suwarno Idris pemateri di kelas 3, tugas tersebut untuk mengetahui pemahaman peserta dalam mewujudkan desa maju dan mandiri.
"Di dalamnya ada visinya, misinya, tujuan, sasaran, indikator korporat, dan program," kata Suwarno saat ditemui TribunGorontalo.com di hotel Amaris.
Lanjut Suwarno, dalam penugasan tersebut juga para peserta diajak untuk bermimpi dalam mewujudkan visinya. Dalam artian, bagaimana cara pendamping desa dalam memajukan atau mengembangkan suatu desa melalui visi misi.
"Hal ini nantinya akan diemplementasikan oleh peserta di masing-masing desa," pungkasnya.
Pelatihan peningkatan kapasitas pendamping desa di Provinsi Gorontalo telah memasuki hari kedua.
Pelatihan tersebut digagas oleh Kemendes PDTT, yang dilaksanakan di tiga provinsi Indonesia. Yakni Provinsi Gorontalo, Sulawesi Utara dan Kalimantan Utara.
Baca juga: Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pendamping Desa Masuk Hari Pertama, Peserta Dapat Pengembangan Diri
Hari pertama pelatihan, peserta mendapatkan materi tentang Citra Diri Pendamping Desa dan Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Desa yang diberikan oleh pelatih ataupun fasilitator.
Sebelum memasuki materi, pendamping desa melakukan pre test dan bina suasana kontrak belajar terlebih dahulu. (*)