Pelatihan Pendamping Desa Resmi Dibuka, Yusra: Peserta Wajib Fasilitasi Masyarakat Peduli Sosial

Pelatihan diselenggarakan oleh Kemendes PDTT, yang merupakan program penguatan pemerintahan dalam membangun desa di seluruh Indonesia.

TribunGorontalo.com/Husnul Puhi
Pelatihan Tenaga Pendamping Profesional Resmi Digelar, Yusra: Peserta Wajib Fasilitasi Masyarakat Tentang Kepedulian Sosial 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pelatihan tenaga pendamping profesional desa resmi digelar pada Rabu (7/12/2022). 

Pelatihan diselenggarakan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), yang merupakan program penguatan pemerintahan dalam membangun desa di seluruh Indonesia.

Pembukaan diselenggarakan di Aula Barakati, Hotel Grand Q, Kota Gorontalo. Dibuka langsung oleh Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes PDTT, Yusra beserta Perwakilan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Gorontalo Sri Handayani Salilama dan Koordinator PTTP3PD Gorontalo Yakob Mohamad.

Meskipun pembukaannya hanya sekadar ucapan, pembukaan pelatihan itu disambut meriah oleh tenaga pendamping profesional yang sebagai peserta berjumlah 99 orang bersama 12 pelatih tenaga ahli.

Sebagai Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes PDTT, Yusra berharap pendamping desa wajib memfasilitasi masyarakat mengenai kepedulian sosial antara satu dengan yang lainnya.

"Negara kita ini mulai tergerus oleh budaya yang sangat individualis," kata Yusra saat memberikan sambutannya.

71222-yusra
Yusra, Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes PDTT.

Karenanya, Yusra menghimbau pada seluruh pendamping yang mengikuti pelatihan ini agar dapat memberikan nilai sosial kepada masyarakat desa dan membangun kembali nilai kegotong royongan serta kerjasama yang baik.

"Kalau susila orang itu gampang sekali di sosialisasikan, tapi kalau hal-hal sosial kebaikan itu malah yang lambat disosialisasikan," tegasnya.

Yusra juga turut menyampaikan amanat dari Menteri Desa PDTT,  bahwa seluruh pendamping desa di Indonesia bisa bertemu dalam satu visi dan misi kementerian. Meskipun, berbeda kabupaten dan provinsi.

Momen yang sama Perwakilan Kepala Dinas PMD Provinsi Gorontalo, Sri Handayani Salilama mengatakan, adanya pendamping desa tiap kabupaten di Gorontalo ini sangat berdampak bagi kemajuan dan kemandirian suatu desa. Sebab, tanpa para pendamping desa tidak akan maju ataupun berkembang.

"Adanya pendamping ini, kemandirian dan kemajuan desa di Provinsi Gorontalo naik sebanyak 40 persen," pungkasnya.

Baca juga: 12 Tenaga Ahli Persiapkan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Bagi Pendamping Desa

Kegiatan Kemendes PPDT ini dilaksanakan selama empat hari di tiga provinsi, yakni Provinsi Gorontalo, Sulawesi Utara (Sulut), dan Kalimantan Utara (Kaltara).

Untuk Sulut telah dimulai sejak hari kemarin, Selasa (6/12/2022) sedangkan Gorontalo pada hari ini dan Kaltara akan dimulai esok hari, Kamis (8/12/2022). (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved