Kasus HIV-AIDS di Kabupaten Gorontalo Tiap Tahun Alami Pelonjakan, Paling Banyak Remaja Produktif
Peringati hari HIV-AIDS se-Dunia, Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo gandeng mahasiswa dan Saja Bakti Husada (SBH) pramuka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/11222-ismailakaseh.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Kabupaten - Peringati hari HIV-AIDS se-Dunia, Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo gandeng mahasiswa dan Saja Bakti Husada (SBH) pramuka.
Berbagai elemen yang tergabung itu melangsungkan aksi damai di bawah menara Tower Pakaya. Hal tersebut diketahui guna penguatan materi terkait pencegahan HIV-AIDS di kalangan generasi muda dan masyarakat Umum.
Ismail Akaseh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo menuturkan, seluruh elemen yang hadir bersama Dikes melangsungkan aksi damai dalam hal pemberian edukasi kepada masyarakat melalui liflet dan orasi terkait pencegahan HIV dan AIDS.
Sementara terkait kasus HIV-AIDS di Kabupaten Gorontalo tiap tahun mengalami peningkatan. Tahun 2021 berjumlah 19 kasus, di 2022 berjumlah 29 kasus. Kasus tahun ke tahun hingga Desember 2022 itu jumlah keseluruhan sebesar 275 kasus.
"Untuk menanganinya tentu harus ada pemeriksaan secara sukarela, hal ini agar lebih muda terdeteksi, karena semakin cepat terdeteksi semakin cepat pula tertangani," Tuturnya.
Lanjut Ismail, terkait kasus di tahun 2022 ini tentu, yang terdeteksi sudah ditangani oleh dinas kesehatan melalui petugas yang diperintahkan untuk menanganinya.
Untuk kasus di kabupaten Gorontalo lebih di dominasi oleh remaja yang produktif. Dari jumlah kasus yang ada tentunya perlu adanya kewaspadaan seluruh elemen. Sebab, penanganan tentunya membutuhkan partisipasi tokoh masyarakat untuk meminimalisir kasus yang ada saat ini.
Baca juga: HOAKS: Pesan dari Pangdam IX/Udayana Bali tentang Modus Cek Gula untuk Penyebaran HIV/AIDS
Ismail Akaseh juga mengungkapkan, perlu adanya sikap partisipatif dari seluruh elemen. Karena di tahun 2030, pihaknya memiliki tiga program diantaranya, eliminasi AIDS. TBC dan Malaria.
Dirinya juga berharap bagi mereka yang sudah terkena kasus ini, diimbau agar masyarakat tidak mendiskriminasi .
"Yang dijauhi ialah penyakitnya, bukan orangnya yang dijauhi, ayo kita cegah kasus ini sedini mungkin," Tutupnya. (*)