HOAKS: Pesan dari Pangdam IX/Udayana Bali tentang Modus Cek Gula untuk Penyebaran HIV/AIDS
Jadi memang jika dilihat, bahwa informasi ini adalah hoaks lama yang bersemi kembali. Artinya dimodifikasi terus menerus
Penulis: Redaksi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/20072022_Pesan-Hoaks_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Baru-baru ini beredar informasi di sebuah grup whatsapp di Gorontalo terkait modus cek gula untuk penyebaran HIV/AIDS.
Pesan itu disebut dari Pangdam IX/Udayana Bali.
Begini narasinya:
Harap kesedian anda untuk bantu menangkap mereka dengan cepat jika Anda menemui orang-orang yang berkunjung di depan pintu Anda dan mereka mengatakan, mereka berasal dari Fakultas Kedokteran untuk Bantu Mengukur Gula darah secara GRATIS,Segera Informasikan kepada POLISI karena ORANG-ORANG itu adalah Orang yg ingin MENGHANCURKAN INDONESIA. Mereka Berkunjung Dari Rumah ke Rumah untuk Menyebarkan VIRUS AIDS melalui Alat Suntik yang Mereka bawa,Kabar ini Berkembang setelah Warga Pasuruan, Jawa Timur banyak yang terinfeksi Virus AIDS setelah mendapat Cek Gula Darah Gratis dr Org yang mengaku dari Fakultas Kedokteran.
Hal yang serupa pun terjadi di daerah Jogya . Ada beberapa Orang yang di duga Terinfeksi AIDS setelah melakukan Suntik Cek Gula darah untuk Tes Gula darah yang sama di lakukan oleh Orangyang mengaku berasal dari Fakultas Kedokteran.
Laporan Warga kepada Kantor ke Polisian pun makin Marak,Masyarakat di minta untuk lebih WASPADA dan segera MELAPOR kepada APARAT POLISI bila ada hal yang SAMA terjadi di Daerah Anda, agar Dapat segera di TANGKAP beserta Barang Buktinya ...
Dan ini sdh terjadi di SDN PATAS Gerokgak Buleleng . Tetapi Para Guru Curiga karena Mrk Memaksa utk Mengambil Darah, dgn Alasan Mengecek Darah Murid2.
Jangan LUPA segera minta KTP Mereka dan Laporkan secepatnya,Agar tidak timbul Korban lebih banyak lagi pada Anak2,Saudara,Sahabat,Org2 di sekitar Kita ...
NB:
Bantu share...waspada
CEK FAKTA:
Jika dilihat, isu ini sudah pernah diperiksa faktanya pada 2017 lalu, dan disimpulkan bahwa informasi itu hoaks.
Informasi terkait hal itu juga sudah pernah dimuat di situs https://turnbackhoax.id/, sebuah situs pemeriksa fakta di Indonesia.
Informasi ini adalah hoaks lama yang bersemi kembali. Artinya dimodifikasi terus menerus oleh pembuatnya ataupun oleh orang lain.
“Narasi-narasi yang dimunculkan kurang lebih tidak berbeda. Bilapun ada perbedaan hanya sebatas pada klaim pelaku penyebaran virusnya, modus penyebaran virusnya, dan pada narasi kali ini ialah tahun kejadiannya, yakni dikatakan terjadi pada tahun 2018.” sebagaimana ditulis dalam situs Turnbackhoax.id.
Bahkan pada tahun 2017 hingga 2018, isu yang menyebar mengenai jarum bervirus HIV AIDS ini dikaitkan dengan isu ISIS.
Namun lagi-lagi, isu itu sudah dipatahkan dengan diperiksa faktanya dengan kesimpulan; hoak. (*)