Piala Dunia 2022
Pelatih Timnas Maroko Ungkap Alasan Gelandang Chelsea Hakim Ziyech Sangat Cocok di AC Milan
Pelatih Timnas Maroko Walid Reragui menilai Gelandang Chelsea Hakim Ziyech sangat cocok untuk bermain bersama AC Milan, begini alasannya.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/hakim-ziyech-di-timnas-maroko.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Gelandang Chelsea Hakim Ziyech dinilai sangat cocok untuk bermain bersama tim AC Milan.
Penilaian soal Hakim Ziyech di AC Milan tersebut muncul dari Pelatih Timnas Maroko Walid Reragui.
Diketahui bahwa kini, Hakim Ziyech tengah membela timnas Maroko dalam ajang Piala Dunia 2022 di Qatar.
Adapun AC Milan juga diketahui berminat untuk memasukkan Hakim Ziyech ke skuat Rossoneri.
Baca juga: Jika Berhasil Rekrut Cristiano Ronaldo, Chelsea Buka Pintu Pinjamkan Hakim Ziyech ke AC Milan
Dilansir TribunGorontalo.com dari Football Italia pada Senin (28/11/2022), Walid Reragui mengungkapkan alasan mengapa Hakim Ziyech sangat cocok untuk AC Milan.
Walid Reragui memberi saran kepada AC Milan untuk mendatangkan Hakim Ziyech dari Chelsea setelah penampilannya yang luar biasa di Piala Dunia 2022 Qatar.
Hakim Ziyech dinobatkan sebagai Pemain Terbaik FIFA setelah kemenangan mengejutkan timnas Maroko atas Belgia dalam laga Grup F Piala Dunia 2022 di Qatar pada Minggu (27/11/2022) WIB kemarin.
Baca juga: Sempat Buyar gegara De Ketelaere, AC Milan Kini Kembali Minati Hakim Ziyech si Sayap Chelsea
Sebagaimana diketahui bahwa timnas Maroko menang atas Belgia dengan skor 2-0
Ini menempatkan mereka di ambang mencapai Babak 16 Besar Piala Dunia 2022 Qatar.
Hakim Ziyech sendiri sudah banyak dikaitkan dengan potensi kepindahannya ke AC Milan selama musim panas.
Baca juga: Baru Tanda Tangani Kontrak dengan Chelsea, Armando Broja Sudah Dilirik AC Milan, Ini Alasannya
Mereka diharapkan untuk mencoba lagi pada bulan Januari 2023 mendatang.
Yakni dengan mengusulkan kesepakatan pinjaman dengan opsi untuk membeli di akhir musim.
Ada beberapa kekhawatiran atas reputasi Hakim Ziyech yang menyebabkan masalah dengan berbagai pelatih sepanjang kariernya, tetapi Walid Reragui meyakinkan mereka.
Baca juga: Denmark Minta Bocoran Simon Kjaer untuk Hentikan Striker AC Milan Olivier Giroud yang Bela Prancis
“Dia luar biasa." ujar Walid Reragui.
"Banyak orang berbicara tentang dia sebagai pria yang sulit diatur tetapi yang saya lihat adalah, ketika Anda memberinya cinta dan kepercayaan diri, dia akan mati untuk Anda." lanjutnya.
Hal itulah yang membuat Walid Reragui mengembalikan kepercayaan dirinya untuk memberi tugas Hakim Ziyech di Timnas Maroko.
Baca juga: Simon Kjaer Tak Berharap Rekannya di AC Milan, Olivier Giroud Cetak Gol Terbanyak di Piala Dunia
"Itulah yang saya berikan kepadanya dan dia mengembalikan kepercayaan diri saya.” terang Walid Reragui.
Diketahui bahwa Hakim Ziyech telah pensiun dari tugas internasional bersama Maroko karena perselisihan dengan pelatih sebelumnya yakni Valid Halihodzic.
Hal ini membuatnya dibekukan dari skuat untuk Piala Afrika pada Januari 2022 lalu.
Baca juga: Debut Rafael Leao di Piala Dunia Pengaruhi Nilai Kontrak AC Milan, 9 Juta Euro Disebut Tak Cukup
Hubungan itu menjadi salah satu alasan Halihodzic dipecat pada Agustus dan digantikan oleh Walid Regraui.
Pengejaran jangka panjang Rossoneri terhadap Hakim Ziyech membuatnya merasa diinginkan oleh Pelatih AC Milan Stefano Pioli.
Padahal Hakim Ziyech hanya diberi satu kesempatan tampil sebagai starter di Premier League musim ini di Chelsea.
Baca juga: Portugal Dinilai Lambat Bersama Cristiano Ronaldo, Lebih Baik dengan Striker AC Milan Rafael Leao
Pemain berusia 29 tahun itu tampaknya telah turun lebih jauh dari urutan kekuasaan di Stamford Bridge, Inggris sejak Pelatih Chelsea Graham Potter mengambil alih dari Thomas Tuchel.
Sementara itu, AC Milan dan Stefano Pioli telah membantu mantan pemain cadangan Chelsea lainnya untuk berkembang, karena Olivier Giroud telah menjadi striker utama di skuat Prancis di Piala Dunia 2022 Qatar.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)