Minggu, 15 Maret 2026

Arti Kata

Gempa Cianjur Bermagnitudo 5,6 Telan 268 Jiwa, Apa Itu Magnitudo dan Bedanya dengan Skala Richter?

Gempa bumi Cianjur bermagnitudo 5,6 pada Senin (21/11/2022) menewaskan 268 orang, apa itu Magnitudo? Apa bedanya dengan Skala Richter?

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Gempa Cianjur Bermagnitudo 5,6 Telan 268 Jiwa, Apa Itu Magnitudo dan Bedanya dengan Skala Richter?
BPBD Kabupaten Cianjur via Sekretariat Kabinet
Kerusakan bangunan akibat gempa bumi berkekuatan 5,6 Magnitudo di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar) pada Senin (21/11/2022). Apa itu Magnitudo dan perbedaannya dengan skala richter? 

TRIBUNGORONTALO.COM - Korban bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar) pada Senin (21/11/2022) terus bertambah.

Kini gempa bermagnitudo 5,6 itu telah menelan korban jiwa sebanyak lebih dari 260 orang.

Adapun dalam kabar tentang kekuatan gempa bumi, pasti kerap kali Anda mendengar kata Magnitudo ataupun skala richter.

Apa Itu Magnitudo?

Dilansir TribunGorontalo.com dari wikipedia, Magnitudo adalah perkiraan relatif "ukuran" atau kekuatan gempa bumi, dan dengan demikian berpotensi menyebabkan goncangan tanah.

Baca juga: Media Asing Ikut Soroti Gempa Bumi Cianjur, Sebut Indonesia Rawan Gempa

Ini "kira-kira terkait dengan energi seismik yang dilepaskan."

Skala magnitudo skala seismik digunakan untuk menggambarkan keseluruhan kekuatan atau ukuran gempa bumi.

Magnitudo dibedakan dari skala intensitas seismik yang mengkategorikan intensitas atau tingkat keparahan goncangan tanah (gempa) yang disebabkan oleh gempa bumi di lokasi tertentu.

Magnitudo biasanya ditentukan dari pengukuran gelombang seismik gempa yang terekam di seismogram.

Baca juga: Gempa Cianjur, BNPB: 268 Orang Meninggal, 151 Orang Hilang

Skala Magnitudo bervariasi pada aspek gelombang seismik apa yang diukur dan bagaimana cara mengukurnya.

Skala magnitudo yang berbeda diperlukan karena perbedaan gempa bumi, informasi yang tersedia, dan tujuan penggunaan Magnitudo.

Skala Besaran

Berbagai skala magnitudo mewakili cara yang berbeda untuk menurunkan magnitudo dari informasi yang tersedia.

Semua skala magnitudo mempertahankan skala logaritmik seperti yang dirancang oleh Charles Richter, dan disesuaikan sehingga rentang menengah kira-kira berkorelasi dengan skala "Richter" asli.

Baca juga: VIDEO: BMKG Jelaskan Soal Gempa Bumi di Cianjur Jawa Barat

Sebagian besar skala magnitudo didasarkan pada pengukuran hanya sebagian rangkaian gelombang seismik gempa bumi, dan karena itu tidak lengkap.

Hal ini menghasilkan perkiraan besarnya yang terlalu rendah secara sistematis dalam kasus-kasus tertentu, suatu kondisi yang disebut saturasi.

Sejak tahun 2005 International Association of Seismology and Physics of the Earth's Interior (IASPEI) telah menstandarkan prosedur pengukuran dan persamaan untuk skala magnitudo utama, ML, Ms, mb, mB dan mbLg.

Baca juga: VIDEO: Update Korban Gempa Bumi Cianjur

Skala Richter

Selain Magnitudo, Anda pasti juga sering mendengar kata Skala Richter dalam penyebutan ukuran atau kekuatan guncangan gempa.

Dilansir TribunGorontalo.com dari Encyclopedia Britannica, Skala Richter (ML) adalah ukuran kuantitatif besaran gempa bumi yang dirancang oleh seismolog Amerika Charles F. Richter dan Beno Gutenberg pada tahun 1935.

Meskipun praktik ilmiah modern telah menggantikan skala Richter asli dengan skala lain yang lebih akurat, skala Richter masih sering salah disebutkan dalam laporan berita tentang tingkat keparahan gempa bumi sebagai nama umum untuk skala logaritmik tempat gempa bumi diukur.

Baca juga: Gempa M3.1 Guncang Boalemo - Gorontalo Rabu 23 November 2022 Pagi

Skala Richter awalnya dirancang untuk mengukur besarnya gempa bumi ukuran sedang.

Seismograf masa kini dapat dikalibrasi untuk menghitung magnitudo Richter.

Metode modern untuk mengukur magnitudo gempa juga telah dikembangkan untuk menghasilkan hasil yang tetap konsisten dengan pengukuran menggunakan skala Richter.

Update Korban Gempa Cianjur

Dilansir TribunGorontalo.com dari Kompas.com, berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (22/11/2022) pukul 17.00 WIB, korban meninggal dunia akibat gempa bumi Cianjur mencapai 268 orang.

Baca juga: Gempa Bumi M4.7 SR Guncang Gorontalo Utara pada Senin 8 November 2022 Pagi

"Korban meninggal dunia 268 jiwa, yang sudah terindentifikasi 122 jenazah, masih ada korban hilang sejumlah 151 orang." kata Kepala BNPB Suharyanto, dikutip dari rilis yang diterima Kompas.com, Selasa malam.

Sedangkan untuk jumlah korban luka, menurut data BNPB mencapai 1.083 orang.

BNPB juga mencatat jumlah pengungsi mencapai 58.362 orang.

Terkait dengan infrastruktur, total 22.198 unit rumah rusak akibat gempa bumi Cianjur.

Baca juga: Gempa Bumi M2.5 Barat Daya Tilamuta Gorontalo, Kamis 17 November 2022

Mengani dengan korban gempa, lanjut Suharyanto, pihak BNPB memastikan pelayanan kesehatan terus berjalan.

Bahkan tenda-tenda lapangan pun telah didirikan di sekitar rumah sakit untuk dijadikan rumah sakit darurat.

"RSUD Cianjur dan Rumah Sakit Sayang sudah beroperasi dan ditambah tenda lapangan termasuk tambahan tenaga kesehatan," ungkap Suharyanto.

"Sebagian dirujuk ke rumah sakit di luar Kabupaten Cianjur, 100 pasien telah dikirim ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung," tandasnya.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar) (Kompas.com/Alinda Hardiantoro)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "UPDATE Gempa Cianjur: Korban Meninggal Tembus 268 Orang"

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved