Selasa, 10 Maret 2026

Media Asing Ikut Soroti Gempa Bumi Cianjur, Sebut Indonesia Rawan Gempa

Sejumlah media asing turut memberitakan kabar gempa bumi Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11/2022) yang menewaskan hingga 162 orang.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Wahid Nurdin
zoom-inlihat foto Media Asing Ikut Soroti Gempa Bumi Cianjur, Sebut Indonesia Rawan Gempa
BPMI Setpres/Laily Rachev via Sekretariat Kabinet RI
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). Media asing juga menyoroti bencana alam gempa Cianjur yang menewaskan hingga 162 orang ini. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Kabar duka kembali menyelimuti Tanah Air.

Bencana alam gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11/2022) kemarin, telah menelan setidaknya 162 korban jiwa dan melukai ratusan warga lainnya.

Tak hanya ramai diberitakan di Indonesia, kabar gempa bumi Cianjur bermagnitudo 5,6 ini turut disorot sejumlah media asing salah satunya outlet berita milik Inggris, The Guardian.

Dalam pemberitaan tentang gempa Cianjur ini, The Guardian juga menilik kilas balik riwayat bencana gempa yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

Baca juga: VIDEO: BMKG Jelaskan Soal Gempa Bumi di Cianjur Jawa Barat

Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut isi pemberitaan media asing dari Inggris itu tentang gempa Cianjur:

"Petugas penyelamat Indonesia berlomba untuk menjangkau orang-orang yang masih terperangkap di reruntuhan satu hari setelah gempa bumi melanda pulau utama Jawa, menewaskan hingga 162 orang, banyak dari mereka anak-anak, dan melukai ratusan lainnya.

Gempa Senin sore, berpusat di wilayah Cianjur provinsi Jawa Barat, melanda pada kedalaman 6,2 mil (10 km), memicu tanah longsor dan merusak bangunan, termasuk ribuan rumah.

Jumlah orang yang tewas masih tidak jelas.

Media asing, The Guardian turut soroti gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11/2022) yang tewaskan lebih dari 160 orang.
Media asing, The Guardian turut soroti gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11/2022) yang tewaskan lebih dari 160 orang. (Tangkapan Layar The Guardian)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan jumlah korban tewas saat ini mencapai 103 orang, dengan 31 orang hilang.

Sebelumnya, Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, mengatakan 162 orang tewas.

“Mayoritas yang meninggal adalah anak-anak,” ujarnya seraya menambahkan, banyak di antara mereka adalah para pelajar yang sedang mengikuti les tambahan.

“Begitu banyak insiden terjadi di beberapa sekolah Islam.”

Pihak berwenang beroperasi "dengan asumsi bahwa jumlah yang terluka dan (meninggal) akan meningkat seiring waktu", katanya.

Data sementara yang dirilis pihak berwenang, dan dikutip Save the Children, menyebutkan ada sekitar 51 tempat pendidikan yang terdampak, meliputi 30 SD, 12 SMP, satu SMA, lima SMK, dan satu SLB.

Di rumah sakit setempat, yang kewalahan dengan jumlah pasien, yang terluka terbaring di lantai di atas kasur dan selimut, atau di bawah tenda darurat.

Pada Senin malam, para korban dirawat dalam kegelapan, di bawah cahaya obor, akibat pemadaman listrik yang meluas.

"Semuanya runtuh di bawah saya dan saya hancur di bawah anak ini," kata Cucu, seorang warga berusia 48 tahun kepada Reuters dari area parkir rumah sakit yang padat.

“Dua anak saya selamat, saya gali. Dua lagi saya bawa ke sini, dan satu masih hilang,” katanya sambil menangis.

BNPB mengatakan sedikitnya 25 orang masih terkubur di bawah reruntuhan di Cianjur saat hari mulai gelap pada Senin.

Upaya untuk menjangkau korban diperumit oleh listrik mati, jalan rusak, dan lebih dari 80 gempa susulan.

Pada Selasa (22/11/2022) pagi, ratusan petugas polisi telah dikerahkan untuk membantu upaya penyelamatan, kata Dedi Prasetyo, Juru Bicara Kepolisian Nasional kepada kantor berita negara Antara.

“Tugas utama personel hari ini adalah fokus mengevakuasi korban,” ujarnya.

Para pejabat bekerja pada hari Selasa untuk mencapai daerah Cugenang, yang terhalang tanah longsor.

Gempa tersebut merusak sedikitnya 2.200 rumah dan membuat lebih dari 5.000 orang mengungsi, kata Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dikatakan telah mengkonfirmasi kematian 62 orang, tetapi belum memverifikasi 100 korban tambahan.

Mus Mustopa, yang tinggal di Padaluyu, sebuah desa di Cianjur, mengatakan kepada Kompas TV Indonesia bahwa dia membantu sebuah keluarga memulihkan tubuh seorang wanita berusia 80 tahun yang meninggal akibat gempa.

Itu terjadi secara tiba-tiba, katanya.

“Saya tidak siap dan melihat rumah-rumah menjadi puing-puing. Sekitar 50 rumah rusak, dengan sekitar 10 rusak berat.” katanya.

Beberapa kejadian longsor dilaporkan terjadi di Cianjur.

Ima Mafazah, seorang relawan Palang Merah Indonesia, mengatakan getaran terus berlanjut hingga larut malam pada hari Senin.

“Sampai saat ini gempa masih terjadi, tapi tidak sebesar dulu. Semenit yang lalu itu terjadi lagi. Banyak orang tidak mau tinggal di rumah mereka, ”katanya, menambahkan bahwa orang-orang trauma, takut dan tidur di luar.

Rumah-rumah rusak di wilayah yang luas, dan akses sulit karena jalan retak, kata Mafazah.

Perawat telah dikirim oleh Palang Merah Indonesia dengan sepeda motor untuk menjangkau korban luka di empat daerah yang paling parah terkena dampak, sekitar satu jam dari kota utama, yang tidak dapat diakses.

Sistem Pager Survei Geologi AS memperkirakan bahwa hingga 242.000 orang terkena "guncangan sangat kuat" dan hingga 978.000 orang terkena "guncangan kuat".

Gempa tersebut terasa bahkan hingga 60 mil (100 km) jauhnya di ibu kota Indonesia, Jakarta, di mana gedung-gedung bertingkat bergoyang.

Mayadita Waluyo, seorang pengacara berusia 22 tahun, mengatakan kepada Agence France-Presse bahwa para pekerja yang panik berlarian keluar dari gedung mereka di Jakarta saat gempa terjadi.

“Saya sedang bekerja ketika lantai di bawah saya bergetar. Saya bisa merasakan getarannya dengan jelas, ”katanya.

Indonesia sangat rentan terhadap gempa bumi karena posisinya di “Cincin Api Pasifik”, zona paling aktif secara seismik dan vulkanik di dunia.

Pada bulan Februari, gempa berkekuatan 6,2 SR menewaskan sedikitnya 25 orang dan melukai lebih dari 460 lainnya di Provinsi Sumatera Barat.

Pada Januari 2021, gempa dengan kekuatan serupa menewaskan lebih dari 100 orang dan melukai hampir 6.500 orang di Provinsi Sulawesi Barat.

Gempa dan tsunami Samudra Hindia yang dahsyat pada tahun 2004 menewaskan hampir 230.000 orang di belasan negara, sebagian besar di Indonesia.

Reuters dan Agence France-Presse berkontribusi pada laporan ini."

Baca juga: VIDEO: Update Korban Gempa Bumi Cianjur

Bantuan Jokowi untuk Korban Gempa Cianjur

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung lokasi yang terdampak gempa Cianjur pada hari ini, Selasa (22/11/2022).

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan ucapan duka cita atas musibah gempa Cianjur kepada para korban.

“Pertama-tama atas nama pribadi, atas nama pemerintah, saya ingin menyampaikan dukacita yang mendalam, belasungkawa atas terjadinya musibah gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat,” ujar Presiden Jokowi dalam keterangan setelah meninjau lokasi gempa, seperti dilansir TribunGorontalo.com dari Sekretariat Kabinet.

Baca juga: Gempa Bumi M4.7 SR Guncang Gorontalo Utara pada Senin 8 November 2022 Pagi

Presiden Jokowi juga memastikan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya terdampak gempa bumi Cianjur.

Bantuan tersebut terdiri atas Rp50 juta untuk rumah yang rusaka berat, Rp25 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp10 juta untuk rumah rusak ringan.

“Tetapi yang paling penting adalah pembangunan rumah-rumah yang terkena gempa bumi ini diwajibkan untuk memakai standar-standar bangunan yang anti gempa oleh Menteri PUPR." jelas Presiden Jokowi.

"Karena tadi disampaikan oleh BMKG bahwa gempa ini adalah gempa 20 tahunan, sehingga pembangunan rumahnya kita arahkan untuk rumah yang anti gempa,” sambungnya.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved