Demo Penambang Suwawa

Tambang Suwawa dalam Cengkraman Izin PT Gorontalo Minerals, Kris: Dilematis

Demikian yang diungkapkan Kris Wartabone, anggota DPRD Provinsi saat menerima penambang Suwawa yang melakukan aksi demo, Senin (14/11/2022). 

TribunGorontalo.com/Jil
Kris Wartabone (kemeja putih) saat menerima penambang Suwawa yang menggelar aksi di DPRD Provinsi Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Suwawa - "Ada rasa ketidakadilan para penambang dari 1992 yang saat ini sudah dikuasai PT Gorontalo Minerals (GM)".

Demikian diungkapkan Kris Wartabone, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo saat menerima penambang Suwawa yang melakukan aksi demo, Senin (14/11/2022). 

Kata Kris, persoalan tambang Suwawa sangat dilematis. Di sisi lain, tambang ini sudah dikerjakan atau dieksplorasi oleh masyarakat setempat sejak dulu. 

Saat Gorontalo masih wilayah Sulawesi Utara, penambang Suwawa sudah mengeksplorasi isi perut bumi Bone Bolango. 

Lalu datanglah PT GM sebagai pemilik konsesi pertambangan tembaga dan emas (Copper and gold) di pegunungan Bone Bolango. 

Sebagai informasi, mayoritas saham PT GM dimiliki oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRM), jumlahnya 80 persen. Sisanya 20 persen dimiliki PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

PT GM memiliki hak kontrak karya atas konsesi pertambangan seluas 24.995 hektare di Bone Bolango, Gorontalo.

Izin konstruksi dan produksi GM telah disetujui pada Februari 2019 untuk masa konstruksi 3 tahun dan masa produksi 30 tahun (hingga 2052).

Masalahnya, konsesi PT GM mencakup kawasan pertambangan warga Bone Bolango. Inilah yang menimbulkan polemik. 

Apalagi, baru-baru ini PT GM dengan kuasanya, melayangkan laporan ke Bareskrim Polri. Mereka melaporkan warga yang mengeksplorasi emas di konsesinya. 

Karena itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo ini siap memfasilitasi hak-hak penambang. 

Namun kata dia, perwakilan penambang, pemerintah Bone Bolango dan PT GM harus duduk bersama. 

"Kementerian tidak bisa menjamin sehingga kami memfasilitasi pertemuan. Tidak hanya pakta integritas," ucap Kris.

"Yang kami inginkan adalah bukti fisik, pemerintah daerah harus datang ke Jakarta bersama DPR, rakyat, dan GM duduk bersama," tukas Kris Wartabone

Menurut Kris, hal itu lebih efektif dibanding tanda tangan pakta integritas. Ini demi penambang dapat terhindar dari hukum.

Penambang Suwawa Turun Gunung, Motor Trail Penuhi Poros Utama

Ratusan penambang Suwawa, Bone Bolango kembali turun gunung. 

Sejak pukul 08.00 Wita pagi tadi, ratusan motor trail dikawal mobil polisi melintasi poros utama Bone Bolango. Kali ini mereka menyerbu Kantor Bupati Bone Bolango dan DPRD setempat.

Ratusan massa menamakan diri Aliansi Masyarakat Suwawa dan Pemuda serta mahasiswa Bone Bolango.

Mereka meminta komitmen wakil rakyat yang duduk di kantor DPRD Bone Bolango. Sebab, sudah sejak lama kegiatan eksplorasi yang mereka lakukan dianggap ilegal. 

Ini yang menyebabkan banyak pihak kerap membatasi kegiatannya. Kendati mereka hanya mencoba bertahan hidup dari sulitnya lapangan pekerjaan.

Sebagai informasi, eksploitasi hasil bumi di Suwawa ada dua jenis; emas dan batu hitam (galena). 

Aktivitas eksplorasi berstatus Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Juga untuk batu hitam, dianggap ilegal dan hasilnya kerap disita polisi.

Tidak ada regulasi yang mengatur hal ini, menyebabkan penambang geram dan meminta DPRD memihak mereka. 

“Jika anggota dewan tidak mampu, biar kami yang carikan solusi untuk tambang Suwawa,” teriak orator dari atas mobil komando di teras kantor DPRD Bone Bolango, Senin (14/11/2022). 

Tidak cuma kesal dengan DPRD, massa aksi juga kesal dengan pendemo akhir-akhir ini. 

Dalam orasinya, ia menilai pendemo yang kerap menolak aktivitas pertambangan emas dan batu hitam di Suwawa, bukanlah asal Suwawa.

Mereka dianggap tidak mewakili suara warga Suwawa. Aksi demo yang kerap disetir oleh orang-orang di luar warga Suwawa ini, dianggap berisiko menyebabkan pembatasan aktivitas tambang. 

Jika demo itu terus dilakukan, akan mengancam penghidupan masyarakat. Sebab berisiko masyarakat asli Suwawa kehilangan pekerjaan. 

“Kami mengecam tindakan aksi yang jelas bukan dari masyarakat asli Suwawa,” tegas Dewa Diko, koordinator aksi dalam laporan tertulisnya yang diterima TribunGorontalo.com. 

Dewa mengklaim, ada 2 ribuan warga Bone Bolango yang ikut aksi tersebut. Rata-rata pedemo menggunakan motor yang sudah dimodifikasi jadi trail. 

Sejumlah tempat yang didatangi adalah Kantor Bupati Bone Bolago, Kantor PT Gorontalo Mineral, DPRD Bone Bolango, dan rencana akan ke Polda Gorontalo. 

Beberapa ada masyarakat yang pakai mobil pribadi hingga nebeng di truk bermuatan sound system. 

Berikut 6 tuntutan aksi  Aliansi Masyarakat Suwawa dan Pemuda serta mahasiswa Bone Bolango:

1. Tangkap yang Terindikasi PROVOKATOR.

2. Atas Nama Pribumi Kami Mengecam Keras Tindakan Aksi yang dilakukan Jelas Bukan dari Masyarakat Suwawa Pada Umumnya Bone Bolango.

3. Kami Rakyat Suwawa Menginginkan Ketenangan dan Kedamaian dalam Memenuhi Hajat Hidup Keluarga dan Pendidikan Terhadap Anak Cucu Kami.

4. Apabila Mata Pencaharian Masyarakat Suwawa Terganggu Kami sangat Khawatir akan dapat Menimbulkan/Meningkatkan Kriminalitas di Wilayah Suwawa Pada Umumnya Wilayah Bone Bolango.

5. Apabila Mata Pencaharian kami yang ada di Tambang Suwawa Dihentikan Maka Jelas Pendidikan Anak Cucu Kami Terhenti dan Pastinya Kami Sangat Mengecam Hal itu Terjadi.

6. Kami Butuh Solusi dari Semua Pihak, Bukan justru yang dapat Menimbulkan Instabilitas di Wilayah Bone Bolango. (*)

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved