4 Tahun Jabat CEO AC Milan, Ivan Gazidis Bakal Tinggalkan San Siro, Simak Kontribusinya di Rossoneri
Begini peranan Ivan Gazidis yang pada Desember 2022 bakal pergi dari San Siro kandang Rossoneri setelah jabat CEO AC Milan sejak 2018.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/CEO-AC-Milan-Ivan-Gazidis_.jpg)
"Dan setiap anak laki-laki atau perempuan dengan impian di Akademi kami, pramuka, analis, staf medis dan pendukung kami, tim manajemen senior kami dan semua orang luar biasa yang hidup untuk dan memberikan semua yang mereka miliki untuk Klub ini." sambungnya.
Baca juga: Paolo Maldini Ungkap Arti Ekspersi Datar saat Anaknya, Daniel Jebol Gawang AC Milan untuk Spezia
Ivan Gazidis mengaku bahwa kemajuan AC Milan terwujud berkat kualitias orang-orang di dalamnya.
“Saya mendapat hak istimewa untuk bekerja dengan mereka semua. Saya tidak ragu bahwa yayasan ini dan orang-orang yang kami miliki di setiap posisi akan membawa Klub ke level baru di tahun-tahun mendatang." kata Ivan Gazidis.
Ivan Gazidis lantas berterima kasih kepada para penggemar yang terus memberikan kepercayaan dan dukungan untuk klub AC Milan.
“Akhirnya, saya ingin mengucapkan terima kasih secara pribadi kepada penggemar kami. Fans kami telah membawa Klub mereka (dan saya) melalui masa-masa sulit melalui keyakinan dan kekuatan mereka. Saya akan menyimpan di hati saya selamanya cara mereka menunjukkan dukungan mereka kepada saya ketika saya tidak sehat." ungkap Ivan Gazidis.
Baca juga: Meski Bangga AC Milan Lolos 16 Besar Liga Champions, Paolo Maldini Masih Minder soal Hal Ini
"Mereka pantas mendapatkan setiap hal yang baik. Saya mungkin meninggalkan Klub, tetapi Klub tidak akan pernah meninggalkan saya.” tandasnya.
Diketahui bahwa Ivan Gazidis akan tetap sebagai CEO AC Milan hingga kontraknya berakhir pada 5 Desember dan akan diumumkan penggantinya.
Ada juga perebutan kekuasaan antara Ivan Gazidis dan Direktur AC Milan Paolo Maldini dan Zvonimir Boban, yang membuat pemain Kroasia itu pergi dengan marah pada hierarki yang melampaui kepala mereka untuk menghubungi Ralf Rangnick.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)