Warga Gorontalo Berduka untuk Bayu Suleman, Korban Proyek Kanal Tanggidaa
Bayu ditemukan mengapung dengan posisi menelungkup di air. Ia menggunakan kaos hitam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/71122_Kanal-tanggidaa_002.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Ucapan duka cita mengalir untuk Bayu Suleman, pria yang mayatnya ditemukan mengapung di Kanal Tanggidaa pagi tadi, Senin (7/11/22).
Bayu ditemukan mengapung dengan posisi menelungkup di air. Ia menggunakan kaos hitam.
“Turut berduka untuk Bayu Suleman, orang baik,” tulis Lia dalam fitur story Whatsapp.
Lia mengaku tidak mengenal dekat Bayu Suleman. Namun, sebagai warga Kota Gorontalo, ia kerap berpapasan dengan Bayu di jalan.
Bayu disebut ODGJ (orang dengan gangguan jiwa). Namun pria itu disebut baik. Suka membantu orang.
“Dia suka membantu orang lain. Anaknya baik. Jadi sering berpapasan di jalan. Kasiang dia harus meninggal dengan cara seperti itu,” ungkap Lia.
Sebelumnya, Bayu memang dikabarkan hilang sejak tiga hari lalu. Keluarga yang resah lantas mengumumkan kabar itu di facebook.
Nahas, mereka malah menerima kabar jika Bayu meninggal dengan cara tragis. Mayatnya mengapung di Kanal Tanggidaa.
Keluarga tak menyangka, proyek bernilai Rp 33 miliar itu jadi tempat meninggalnya Bayu Suleman.
Usai ditemukan sejak pagi pukul 7.00 Wita, jenazah Bayu segera dievakuasi.
Awalnya, pihak Polresta Gorontalo Kota tidak mengetahui identitas mayat tersebut.
Makanya dalam keterangan awal, Kasat Reskrim IPTU Muhammad Nauval Seno mengaku akan menyelidiki identitas mayat itu di RS.
Namun, warga sekitar yang tahu wajah Bayu, langsung mengenali mayat tersebut.
Isak tangis pun tak terbendung. Teriak keluarga dan emak-emak sekitar, pecah.
Kini, jenazah Bayu akan disemayangkan di pekuburan keluarga. (*)