Demo di IAIN Gorontalo
Warek IAIN Gorontalo Janji Benahi Fasilitas Kampus 2023 Nanti
Mujahid mendatangi massa aksi yang saat itu emosi. Ia meminjam megaphone dari koordinator lapangan, dan menjawab tuntutan mahasiswa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/21122_Mujahid-Damopolii.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Aksi protes mahasiswa IAIN Gorontalo dijawab langsung oleh Mujahid Damopolii, Wakil Rektor II Bidang Perencanaan Keuangan.
Mujahid mendatangi massa aksi yang saat itu emosi. Ia meminjam megaphone dari koordinator lapangan, dan menjawab tuntutan mahasiswa.
"Kami dari pihak kampus akan menargetkan tahun depan seluruh fasilitas perkuliahan di kampus IAIN akan diadakan (ditambah/diperbaiki)," ungkap Mujahid tegas, tanpa basa-basi, Selasa (1/11/22).
Lebih lanjut Mujahid berkilah, jika kerusakan sejumlah fasilitas karena jarang digunakan. Terutama saat pandemi Covid-19. Saat itu perkuliahan digelar online (daring).
Sejak saat itu, sejumlah fasilitas mulai rusak. Dari bangku hingga projector. Menurutnya, kerusakan tidak hanya pada satu fakultas saja, namun hampir di semua fakultas.
“Karena tidak ada perkuliahan offline otomatis fasilitas kampus jarang digunakan pasti akan rusak seperti bangku kuliah, LCD, kipas angin dan lainnya," katanya.
Terkait hal itu, nantinya ia akan menyurati setiap fakultas untuk melakukan pengecekan. Pihaknya akan segera mendata fasilitas apa saja yang rusak, agar tahu apa yang harus diganti.
"Untuk fasilitas harus melalui mekanisme pengecekan, jadi kami cari tau berapa fasilitas yang dibutuhkan di setiap fakultas," tutup Mujahid.
Tuntutan Mahasiswa
Bertahun-tahun kuliah serba kekurangan fasilitas, puluhan mahasiswa IAIN Gorontalo akhirnya berontak.
Sejak pagi, Selasa (1/11/22), puluhan mahasiswa IAIN Gorontalo ini berorasi di depan rektorat. Menuntut banyak hal kepada rektor.
Sejumlah tuntutan mahasiswa IAIN Gorontalo ini beragam, mulai dari soal kebijakan maupun fasilitas perkuliahan di kelas.
Mahasiswa misalnya mengeluh minimnya fasilitas di dalam kampus, kendati bayar iuran per semester. Dalam orasinya, Nandito mengaku banyak ruang kelas yang tak ada kipas angin.
Isu kipas angin jadi sangat krusial, sebab kenyamanan pembelajaran disebut terganggu karena ruang kelas yang jadi sangat panas saat siang hari.
Lalu tuntutannya lainnya adalah kebutuhan fasilitas seperti alat kebersihan, tong sampah, sapu lantai, projector, bahkan bangku duduk mahasiswa.
“(Fasilitas) ini tidak mencerminkan kampus Peradaban dan Nilai-nilai Keislaman.” kata Nandito.
Selain itu, saat ini sistem informasi akademik (SIAk) yang belum juga pulih. Kendati saat ini sudah era digital dan aplikasi. Namun IAIN masih tertinggal dalam hal teknologi.
Belum lagi jas almamater mahasiswa yang sejak beberapa bulan ini belum juga diserahkan. Serta pelayanan kampus terhadap mahasiswa yang dianggap buruk.
“Meminta Rektor IAIN Gorontalo untuk memperbaiki Siak dan memperbaiki fasilitas untuk keberlangsungan proses akademik dan kenyamanan mahasiswa,” tegas Nandito.
Paling penting meminta rektorat mengevaluasi kinerja Dewan Mahasiswa (Dema) IAIN Gorontalo. Organisasi mahasiswa tertinggi di kampus itu malah tak memiliki kinerja yang baik.
Bahkan dianggap abai terhadap sejumlah persoalan mahasiswa.
“Masalah ini sudah dikeluhkan oleh semua kalangan masyarakat kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo. Baik itu dari Dosen yang mengajar, serta Mahasiswa yang berada Di Fakultas Syariah,” katanya.
Nandito meminta petinggi kampus memperhatikan dan menindaklanjuti hal yang disampaikan. Demi terselenggaranya sebuah kemaslahatan untuk seluruh Umat. (*)